Showing posts with label write it down. Show all posts
Showing posts with label write it down. Show all posts

Tuesday, January 10, 2023

2022 Recap ~~ and Getting Ready for 2023

 Walaupun tahun 2023 sudah berjalan 11 hari, namun tak ada salahnya untuk membuat rekapan tentang pengalaman di tahun 2022 lalu sekaligus persiapan target untuk tahun 2023.. Better late than never, right? Haha..

Alhamdulillah, yang tentunya harus selalu diucapkan, untuk semua peristiwa yang kualami tahun 2022. Tentu, setiap diri kita pasti ada pasang surut dan suka duka selama satu tahun.. Bagiku, kondisi pandemi yang semakin membaik, pindah rumah (lagi), Kakak yang mulai sekolah fullday dan adek juga mulai masuk sekolah, sekeluarga positif covid, dan masih banyak lagi tentunya yang terjadi sepanjang tahun lalu.. Tahun 2022 ini juga Alhamdulillah bisa bepergian ke luar kota karena covid sudah melandai dan bisa refresh sejenak (walaupun kalau bawa 2 anak mah sama aja sibuk ngurus anak ya, cuma beda pemandangan aja hehe)..

Dan di tahun 2022 juga salah satu impian receh saya bisa terpenuhi, yaitu mencoba rekaman di studio! Ada hikmahnya juga untuk menjadi pengurus di organisasi PWP (semacam dharma wanita nya istri pekerja di perusahaan suami), jadi bisa mencoba beragam hal baru dan punya pertemanan baru, dari mulai jadi moderator, buat video, rekaman+syuting video clip lagu, plus sepertinya sudah bisa jadi sarjana canva karena sering bikin ini itu di canva untuk keperluan organisasi :D

Ada banyak pelajaran yang saya dapatkan di tahun 2022, dan mungkin bisa diterapkan dan mudah-mudahan bisa ditingkatkan tahun 2023 ini, diantaranya:

1. Membuat target awal tahun 

Awal tahun 2022 lalu saya sempat membuat list keinginan untuk hal-hal yang ingin dilakukan selama 1 tahun. Walaupun beberapa dari target itu belum terpenuhi 100%, namun dengan adanya target ini saya jadi termotivasi untuk melakukan hal tersebut. Jangan buat target yang terlalu bombastis, sehingga hanya semangat di awal dan loyo di akhir. Dan target tersebut harus dituliskan, lebih baik lagi bila ditaruh di tempat yang bisa atau gampang terlihat. 


challenge from @bbbbookclub

2. Ikut komunitas (yang bermanfaat)

Saya pribadi bersyukur sekali tahun 2022 kemarin bisa bergabung dengan MGN (Mamah Gajah Ngbelog) dan juga PWP (Persatuan Wanita Patra). Walaupun mungkin tercepot-cepot mengikuti ritme keduanya, misal di MGN saya suka ketinggalan pembicaraan di telegram atau blogwalking, namun sebisa mungkin saya menjaga konsistensi untuk mengikuti semua Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog. Mudah-mudahan di tahun 2023 nanti konsistensi tersebut masih tetap terjaga, Aaamiin..

3. Belajar untuk menata emosi

Overall, penataan emosi saya di tahun 2022 sudah tidak separah tahun 2021 lalu. Namun, masih jauh dari kata cukup. Target tahun ini tentang emosi adalah sederhana: Anak-anak bahagia, Suami bahagia, dan Aku bahagia. Harus bisa menahan diri agar bisa jadi pribadi yang lebih cool, fun, happy daripada hari kemarin. Yuk, kita pasti bisa, Insya Allah. 

Efek mood liburan yang sudah lama tidak menulis blog sepertinya, masih kaku untuk merangkai kalimat, hehe.. Tapi mudah-mudahan sedikit tips diatas dapat berguna, Aamiin

Bismillah, kita bisa lebih baik lagi di tahun 2023 :)


Thursday, March 31, 2022

Disabilitas, dulu dan sekarang

 Mengutip dari KBBI, disabilitas mempunyai arti:

  1. n keadaan (seperti sakit atau cedera) yang merusak atau membatasi kemampuan mental dan fisik seseorang
  2. n keadaan tidak mampu melakukan hal-hal dengan cara yang biasa.

Ada banyak hal yang termasuk dalam disabilitas. Menurut UU no.8 tahun 2016, terdapat 5 kategori untuk disabilitas, yaitu disabilitas fisik, intelektual, mental, sensorik, dan disabilitas ganda atau multi. Di Indonesia sendiri, terdapat lebih dari 30 juta jiwa atau lebih dari 14% dari penduduk Indonesia yang menyandang disabilitas (menurut data Susenas pada tahun 2018, sumber disini.)

Sebagai anggota keluarga dari seorang penyandang disabilitas (autisme) dan keluarga dari yang pernah mengalami patah kaki sehingga harus berada di kursi roda selama beberapa bulan, ada beberapa hal yang mau tidak mau, teramati. Dulu dan sekarang, ada beberapa hal yang berubah, namun ada juga beberapa hal yang sekiranya masih sama. 

Informasi mengenai disabilitas

Seiring dengan kemajuan teknologi, informasi yang didapatkan mengenai beragam disabilitas pun lebih mudah didapatkan. Tinggal mengetik keyword di Google, kita akan mampu mengetahui gambaran secara umum mengenai disabilitas masing-masing. Contoh, bila kita mengetik keyword 'autisme' maka akan keluar gambar di bawah ini:



Walaupun diagnosis yang terperinci harus melalui dokter yang kompeten, namun dengan kemudahan teknologi seperti ini kita akan dapat membaca sekilas apabila ada tanda-tanda disabilitas yang terjadi pada diri atau kerabat, agar dapat mendiskusikannya dengan dokter. Hal ini merupakan suatu kemewahan bila dibandingkan dengan sulitnya mencari informasi mengenai disabilitas 20 tahun silam. Mencari dokter yang kompeten, ataupun komunitas pensupport disabilitas pun harus melalui informasi mulut ke mulut, karena tidak ada atau jarangnya media yang memberikan informasi seperti ini.  

Terapi

Sama seperti mencari dokter atau informasi yang akurat mengenai beragam tipe disabilitas seperti yang telah disebutkan di atas, mencari tempat untuk terapi pun tak kalah sulitnya. Bila sekarang ada banyak sekali tempat terapi, bahkan ada yang hanya berjarak beberapa meter dari rumah saja, namun tidak dahulu. Dulu 20-10 tahun yang lalu, kami harus sampai ke Bogor untuk menjalani terapi. 

Namun dalam masalah terapi ini, ada satu kesamaan yang dirasakan dari dulu maupun sekarang. Terapi ini membutuhkan banyak biaya. Tergantung dari tipe disabilitas yang disandang, jenis terapi pun berbeda-beda. Frekuensi kedatangan pun berbeda-beda, mengacu pada kondisi masing-masing. Karena itu, banyak orang tua yang memiliki anak disabilitas namun tidak memiliki finansial yang cukup tidak membawa anak-anaknya ke dokter atau ke terapis. Seharusnya (dan harapannya), terapi-terapi ini dapat ditanggung oleh pemerintah (misalnya dengan mempekerjakan terapis di puskesmas atau rumah terapi khusus pemerintah, dsb), agar terapi dapat didapatkan secara merata, bukan hanya ornag yang berfinansal baik saja. 

Contoh harga terapi, sumber dari sini.




Fasilitas pendukung di tempat umum

Bila berbicara tentang fasilitas pendukung di tempat umum untuk penyandang disabilitas di Indonesia, tentu kita kalau jauh dengan negara-negara maju misal Singapura. Hal ini tidak begitu dirasakan oleh kita yang dapat berjalan, melihat atau mendengar dengan baik. Namun bila kita menggunakan kursi roda, kemungkinan besar kita tidak dapat mandiri ke tempat umum dengan menggunakan transportasi umum. 

Contohnya: Undakan kecil pada trotar saja sudah sangat menyulitkan pada pengguna kursi roda. Sayangnya, banyak trotoar yang tidak dilengkapi dengan jalur khusus (yang landai) untuk pengguna kursi roda. Trotoar yang ada pun banyak yang tidak memiliki jalur khusus untuk penderita tuna netra (jalur yang bertekstur), sehingga penyandang tuna netra harus berhati-hati bila berjalan di trotoar. 

Begitu pun dengan tranportasi umum, yang tidak atau kurang mendukung untuk pengguna kursi roda. Pengalaman yang berkesan ketika saya pergi ke Jepang dan melihat ada seseorang yang menggunakan kursi roda dan akan menaiki bus kota. Ketika bus sampai di halte, sopir dari Bus turun, mengeluarkan papan untuk akses semacam jembatan dari halte menaiki bus, dan orang-orang yang di dalam bus pun tidak menggerutu (ya, karena lumayan memakan waktu 3-5 menitan untuk naik busnya, dan orang Jepang sangat peduli dengan waktunya) dan memberikan ruang untuk kursi roda. Semoga transportasi di Indonesia juga dapat bisa memfasilitasi seperti itu ke depannya.

sumber foto


Memang di beberapa tempat telah tersedia fasilitas penunjang seperti lift, namun sayangnya, masih kurangnya kesadaran dari banyak orang yang bukan haknya memanfaatkan fasilitas tersebut sehingga akhirnya fasilitas tersebut dicabut atau menjadi rusak.

Pandangan dari masyarakat

Tentang ini, saya tidak begitu yakin apakah berubah, ataukah sama. Di satu sisi, seiring dengan perkembangan informasi, orang jadi mengetahui bahwa disabilitas itu bukan sesuatu yang harus dipermalukan. Dulu ketika mendengar kata autisme, mungkin dianggap tabu atau aib, atau disamakan dengan orang gila. Namun banyak orang, terutama kaum muda dan berpendidikan yang terjangkau informasinya dan memiliki toleransi tinggi, welcome dengan orang-orang dengan kondisi tersebut.

Tapi di sisi lain, banyak juga yang menganggap autisme sebagai lelucon. Bahkan menjadi momok atau panggilan kepada orang-orang yang tidak mau (bukan mampu) bersosialisasi. Untuk yang tidak terjangkau informasi seperti ini, ya saya hanya menganggap bahwa mereka tidak tahu saja. 

Contohnya, ketika sedang berada di tukang nasi uduk, kebetulan berbarengan dengan sebuah keluarga yang anaknya, saya rasa, berkebutuhan khusus. Anak tersebut ditawari kerupuk oleh tukang nasi uduk, tetapi anaknya tidak mau dan akhirnya orang tuanya yang mengambil kerupuk tsb dan memberikannya ke anaknya, namun anaknya memasukkannya lagi ke dalam kaleng kerupuk. Ketika keluarga tsb sudah pergi, tukang nasi uduknya berbicara pada saya, 'Anaknya kayak idiot ya,'. Saat itu, saya hanya bilang bahwa mungkin anaknya berkebutuhan khusus dan berusaha memaklumi bahwa mungkin, tukang nasi uduk ini tidak pernah tahu apa itu autisme, down syndrome, dsb. 

Saya menaruh banyak harapan untuk perubahan yang lebih baik untuk para penyandang disabilitas. Terutama dari sisi-sisi yang telah dijabarkan di atas. Ingat, bukan pilihannya mereka untuk mau menjadi disabilitas. Maka dari itu, kita harus support agar mereka dapat hidup dengan normal dan mandiri. 

Opini tentang disabilitas ini dibuat dalam rangka Nulis Kompakan Mamah Gajah Ngeblog
Semoga dapat membuka sudut pandang lain mengenai disabilitas. :) 

Wednesday, March 15, 2017

Ibu yang setengah-setengah

Postingan ini mengandung 99% unsur curhat dan ke-gejean dan ke-absurdan dan ke- ke- lainnya.

Pernah ga sih, ngerasa kok jadi ibu kayanya ga becus amat. Ini ga beres, itu ga beres, target ini ga dicapai, target itu ga dicapai. Kesini setengah, kesana setengah, kesitu setengah.. Eh jadi satu setengah atuh yah totalnya, haha.. *abaikan. *lelucon yang geje dan ga lucu. XD

*bikin kopi*

Awalnya gw kira cuma ibu2 yang stay at home aja yang ngerasa begitu.
Udah mah di rumah, ga kerja kantoran, ga dapet gaji, rumah tetep weh berantakan, ilmu pas kuliah bukannya dimanfaatin malah mengendap sampai bulukan di otak, udah gitu, udah mah di rumah doang, harusnya pencapaian yang dicapai anaknya at least lebih banyak dong yah daripada anak yang ditinggal ama baby sitternya doang atau ditaro di day care. Tapi ini ngga tuh, sapih blom lulus, toilet training blom lulus, ga bisa cas cis cus pake bahasa inggris kayak anak2 bule, de el el, de el el.

*inhale* *exhale* *nenggak kopi*

Udah gitu, ada juga ibu2 yang kayanya kurang sibuk terlalu rajin yang akhirnya ngambil kuliah lagi. Trus kuliahnya ga lulus-lulus sampai udah deket batas DO. Trus jurnalnya ga jadi2 karena udah keburu dipubslih ama sensei. Trus draftnya jg ga jadi2 krn resultnya ga diaccept2 ama bos besar. *CURHAT MAKSIMAL* *DIE*

*inhale* *exhale* *nenggak kopi* part 2

Pas iseng baca di grup, ternyata ada jg ibu2 kantoran yang ngerasa mirip gini. Kesini ga puguh, kesana ga puguh. Padahal kalo dari kacamata stay at home mom gw sih karena udah kerja at least doi itu udah jadi 'sesuatu' yang menghasilkan sesuatu. note: bukan cuma soal duit yah, lebih kepada existensi diri. jelas-jelas lebih ga puguh gw yang gaji aja ga punya, apalagi eksis di kantor haha..

*inhale* *exhale* *nenggak kopi* *kopi udah mulai dingin*

Haha.. cuman pengen nyari temen aja..Siapa tau bukan cuma gw doang yang ngerasa ga maksimal jadi ibu.. Entah stay at home mom, entah mamasiswa, entah ibu2 kantoran, gw percaya pasti semua ada plus minus daaan pastinya ada tantangan masing2.. Siapa tau, kumpulan ibu2 yang ngerasa senasib sepenanggungan ini bisa saling menguatkan daaaan jadi sama samaberubah dari ibu yang setengah setengah jadi ibu yang 200%. Iya, 100% jadi ibu buat anaknya dan jadi 100% buat beresin rumah/lulusin kuliah/kerjaan kantornya. Aamiin.. :)

*ngabisin kopi*

Cheers to all the mother in the world :*

Tuesday, June 24, 2014

Peran Media

Hari ini kebetulan mendengarkan dan membaca tentang media (terutama televisi) yang menurut saya, sangat berkebalikan sekali.

Pertama, hari ini saya ikut seminar yang di sesi terakhirnya menampilkan peran media dalam mitigasi bencana alam (kira-kira seperti itulah temanya). Beliau ini dari kompas ini dan tim dari project 'Ekspedisi Cincin Api' yang menjelaskan tentang Indonesia yang berada pada lingkaran cincin api (gunung api). Program tersebut sangat mengedukatif terutama bagi masyarakat Indonesia karena kita hidup dan berada pada zona bahaya. Masih ingat letusan gunung Merapi atau gunung Kelud yang terjadi belum lama ini kan? Apa jadinya kalau masyarakat kita belum mengenal atau belum tahu bahayanya dari bencana ini? Mungkin sekarang banyak saudara-saudara kita yang telah meninggal dalam kejadian yang lalu itu.

Kedua, baru saja saya membaca tentang protes kepada acara YKS di trans tv. Jujur, saya pernah menonton acara itu karena penasaran dan sangat tidak suka acara itu. Protes yang terjadi sekarang adalah keluarga alm Benyamin Sueb yang tidak terima alm diibaratkan sama dengan anjing. Kalau saya yang jadi keluarganya sih, sudah pasti juga saya akan protes dan bahkan mungkin membuat petisi untuk menghentikan acara itu.

Anehnya, menurut saya rating dari kedua program tersebut berbeda, dimana YKS diklaim memiliki rating yang tinggi. Saya pernah membaca suatu komentar seseorang yang menyatakan bahwa acara YKS itu untuk hiburan orang menengah kebawah, dan karena mereka tidak siap dan tidak suka dengan acara tsb. tapi apakah benar? Apakah orang yang mereka bilang dengan kelas menengah kebawah itu ga berhak dapat program-program yang mengedukasi mereka dan menambah ilmu pengetahuan yang mungkin ga bisa mereka dapatkan di bangku sekolah? Atau mungkin, orang dari TVnya saja yang ingin mengambil jalan pintas untuk mendapatkan keuntungan dari rating tsb?

Peran media itu besar. Sangat besar.
Apalagi di kehidupan yang serba dipengaruhi oleh teknologi ini.
Seharusnya, orang-orang media tahu itu dan tidak diam saja dengan menghadirkan program-program 'bodoh' dan lebih banyak menghasilkan program-program edukatif untuk masyarakat yang lebih baik.
Bukankah memang begitu seharusnya?

Hal di atas hanya salah satu contoh saja dari peran media yang sangat banyak. Apalagi masa kampanye ini. Ya ga sih?
Yah, semoga, semoga pertelevisian ini dapat menjadi lebih baik. Amin.

Friday, May 2, 2014

Buruh, hidup layak atau hidup mewah?

Sebetulnya sampai kemarin aku ga sebegitu excited dan tertariknya dengan MayDay. Aku sih seneng-seneng aja karena MayDay mulai tahun ini dijadikan hari libur nasional, which means aku bisa santai sama suami di rumah. Cuma ya sempet aja kepikiran kenapa mesti sampai dijadikan hari libur segala, dan sampai pada kesimpulan bahwa mungkin pemerintah ngebuat ini jadi hari libur karena hampir semua kegiatan perkantoran terutama di jakarta terganggu akibat demo dari para buruh. Setiap tahun, kayanya pada tanggal 1 Mei aku baca status curhatan temen-temen yang  bilang kalau jalanan jadi macet lah, rusuh lah, dsb. It's kind a relief juga sih kalau ini jadi hari libur.

Ok, back to topic. Jadi pagi ini waktu sarapan kebetulan banget yang disetel di tv itu channelnya tvone, yang sedang membahas ttg tuntutan buruh waktu MayDay kemarin, dengan narasumber dari pihak buruh dan ada dari pengusaha juga (cmiiw, aga lupa juga yg bapak2 itu perwakilan dari mana). Aku sempet baca tuntutan buruh untuk komponen hidup layak yang totalnya ada 89 items.

Yang bikin aku ngelongo, kok kayanya ada beberapa komponen disana yang 'sesuatu banget'.
Misalnya nih, celana panjang atau rok dengan merk Cardinal atau Boss. Setau gw, itu mahal. Dan setau gw, di itc pun banyak celana atau rok yang harganya jauuuh lebih murah daripada itu, dan tentunya sangat layak pakai juga. Okelah celana panjang atau rok itu merupakan bagian dari kebutuhan pokok manusia yaitu sandang-pangan-papan. Tapi dengan merk tertentu yang harganya lumayan mahal itu? Aku rasa itu sudah bukan kebutuhan pokok atau yang mereka sebut dengan kebutuhan hidup layak, tapi sudah masuk ke kategori mewah.

Trus  akhirnya, penasaran lah aku tentang sebenernya berapa sih, gaji mereka? At least berapa sih, nilai UMR per bulan, untuk kawasan DKI Jakarta itu?
Setelah googling, now i know UMR jakarta itu sebesar 2,4 juta. Lagi-lagi, it makes me feel so speechless. Gaji gw dan temen-temen gw yang kerja jadi asisten peneliti di kampus aja kayanya masih dibawah angka UMR yang diagung-agungkan itu, padahal pendidikan kami minimal S2 atau S3. Helloooow!

Yah okelah, jangan bandingin ama keadaan sendiri, subyektif bgt kayanya. Tapi coba aja lihat keadaan para petani atau guru honorer atau tenaga honorer lainnya. Kayanya keadaan hidupnya jauh lebih sekarat daripada para buruh itu tapi kok kayanya ga seheboh itu minta tuntutan sana-sini, bahkan ada tuntutan uang parfum segala. Musim hujan dan panas yang makin ga menentu sekarang ini, jelas makin membuat kacau siklus hidup petani. Padahal makanan yang kita makan itu semua bergantung dari petani. Coba aja kalau petani bisa mogok ga mau nanem padi, 1 masa tanam padi aja, pasti yang ada harga beras jadi melambung tinggi dan kita-kita semua juga yang akhirnya jadi susah. Salut buat petani.

Aku ga bilang dan ga berpikir kalau buruh ga boleh hidup layak. Semua manusia berhak untuk hidup layak kok. Tapi hidup layak itu berbeda dengan hidup agak mewah. Kadang-kadang aku heran, kalau memang begitu banyak tuntutan, berarti kan buruh itu ga puas dengan kehidupan kerja mereka. Kalau mereka ga puas, kenapa mereka ga keluar aja dan berhenti jadi buruh? Satu lagi, daripada mereka beli celana dengan merek cardinal atau boss atau beli parfum atau nonton bioskop dsb, kenapa uangnya ga dipakai untuk investasi reksadana gt atau ditabung buat ambil sekolah keahlian lainnya? Pasti uang yang bakal dihasilkan juga lebih daripada UMR yang setiap tahun mereka tuntut untuk naik. Pemerintah juga sih, kayanya takut banget dan manjain buruh, jadinya buruh hobi banget demo dan kayanya hobi banget nuntut.

Ah entah lah, aku ga begitu tau juga sih masalah ginian. Aku cuma ngomong opini dari kacamata orang awam, bukan dari kacamata buruh atau pengusaha apalagi pemerintah. No offense!

Tuesday, April 29, 2014

Balikpapan, my new city

Ga kerasa udah hampir 1 tahun tinggal disini. Yaah walaupun masih bolak-balik Bandung dan ga full stay disini, tapi lumayan lah ya udah mulai familiar dengan kota ini yang untungnya ga terlalu besar.
Awal disini selama beberapa bulan pertama itu kami berdua ngekost karena mas mesti cabut lagi ke Paris. Sempet ga kesini selama 2 bulanan dan balik lagi bulan Februari sampai sekarang..

Karena selama ini kami berdua ga tinggal di tempat tinggal yang ada dapurnya, makanya kami (aku sih, kayanya) ngga terlalu ngeh dengan perbedaan harga yang cukup waw antara disini dan di Bandung, walaupun awal-awal mas udah bilang kalau harga di balikpapan itu lebih mahal drpd bandung. Fyi, aku suka bgt masak dan skr sedang terobsesi dengan clean eating, lengkap dengan salad, juice dan green smoothiesnya. Tapi berhubung susah buat masak-masakannya makanya selama disini kerjaannya beli makanan di luar mulu, skr pun makanan masih disediain di hotel tempat aku tinggal bbrp bulan belakangan ini. Baru-baru ini aja akhirnya kepikiran buat beli shake n take, semacem blender mini gitu supaya bisa bikin jus sendiri di kamar.

Jadilah kemarin itu gw ke ranch market di Plaza Balikpapan. Ceritanya mau beli sayuran organik buat bikin smoothies dan salad. Tapi begitui disana gw cm bs bengong aja gitu ngeliat harganya. Huhu. Langsung kangen ama Yogya yang di jalan Cemara bandung deh rasanya. Masa yaa, harga seplastik sayuran organik itu 20.000-25.000! Padahal kalo di bandung harganya cuma 6500-8000 aja huhuhu.. Akhirnya ga jadi beli laah disana..

Trus kepikiran buat ngecek harga di Hypermart, kirain harganya bakal lebih murah. Ternyata sama aja dooonggg huhuhuhu.. Harga buah-buahan pun mirip-mirip lah, ada yang lebih murah ada juga yang lebih mahal. Sedih maksimal.

Trus trus tadi siang mampir ke pasar klandasan buat ke bank sekalian pengen beli buah. Asumsinya nih ya, kalau pasar tradisional itu biasanya lebih murah kan ya. Eng ing engggg, anda salah sodara-sodara! Jadi tadi kabita pengan beli mangga manalagi, di Ranch market ada sih harganya 23rb sekilo tapi gajadi beli, trusss ternyata di klandasan harganya 25rb! Ah, aku tak rela.. T.T

Langsung pengen banget bikin kebun sayuran trus jualan sayuran organik, pasti laku kali ya huhu.. Padahal kalo di rumah bandung sayuran tinggal metik di halaman, jadi bisa ngiritritritt :p

Gapapa lah ya curhat disini, maklum ini ibu-ibu yang lagi syok yang lagi ga ada kerjaan yang lagi nunggu suaminya pulang kerja.. hehehe.. \(^o^)/

Wednesday, April 23, 2014

tut tut jes jessss

Sore hari dan kereta api.
Perpaduan yang sangat asik menurutku. Aku begitu suka senja dan kereta api merupakan salah satu moda transportasi yang paling aku suka, kalau jaraknya ga terlalu jauh tentunya.

Sore ini aku ada di kereta argo parahyangan, melaju meninggalkan ke-hectic-an ibukota (dan bersiap menemui ke-hectic-an kota kembang dengan deadline yang menjulang.).

Berada sendiri ditengah keramaian orang asing. Dengan berbagai tujuan dalam perjalanan ini dengan suasana hati yang beragam. Somehow, it makes me feels relax. I don't know them and I can do what I want during this trip. Mungkin itu yang dibilang oleh suatu test psikologi yang mendeskripsikan diriku dengan introvert inside extrovert. Ah, whatever I am. I just enjoy being alone and have my me time now. :D

Sebelum kereta melaju tadi, aku melihat bapak yg duduk diagonal denganku membaca koran bisnis. Begitu banyak angka dan grafik dan istilah yang tak kukenal. Lalu entah kenapa aku ingat dengan buku yang sedang aku baca, what a dog saw. Aku ingin tahu, apa yang ada di pikiran bapak itu ketika dia membaca koran itu (which is menurut aku itu sedikit mumet dan membosankan), mungkin persis seperti ingin tahu apa yg dilihat dan dipikirkan anjing itu ketika Sean meredakan mereka.

Anyway, aku belom baca buku itu sampai abis tapi sepertinya buku itu buku yang bagus, haha. So byebye for now, sudah mulai pusing krn kereta goyang-goyang dan pgn nikmatin pemandangan dulu :D

Friday, March 28, 2014

Thank you, Guys! :)

So yesterday was my birthday :)

And didn't like any of my previous birthday, yesterday i was so calm and not as enthusiastic as a birthday girl should be. Maybe they are right that the older you get, more moderate you are, haha :D

I didn't crave for a congratulations from many people, but i was so moved by these pictures as well as the captions that my besties sent me:



I even got my birthday dinner with my closest friends here in Bandung. It was simple, absurd and fun as usual :D

Indeed, friends are really important. And i am really grateful to have you guys here to accompany me in life :)

Thank you for being my friends, i love you all :* :* :*



Special for Icha, Likus, Anis, Ndie, Mia, Ray, Aul and Kang Bils :D


Wednesday, March 26, 2014

Happy World Down Syndrome Day! :)

Down Syndrome, atau yang biasa disingkat DS, bukan sesuatu yang asing bagi aku.
Dulu waktu masih sd/smp dan sering nganterin adeku terapi (yup, he is an autis) banyak ketemu dengan anak-anak yang mengalami down syndrome dan berbagai tipe disabilitas yang lain.

Dan aku baru tau kalau ada juga ternyata World Down Syndrome Day (WDDS) selain dari World Autism Awareness Day (WAAD). Kalau WDDS itu jatuhnya tanggal 21 Maret kemarin, WAAD jatuh setiap tanggal 2 April.

Pas kemarin lagi iseng ngenet, aku dapet beberapa link video tentang anak-anak Down Syndrome.
And you know, they are so beautiful and you couldn't help it but cry. :)

So please watch the video, and see from our perspective as the people and the family member:


http://www.upworthy.com/a-pregnant-woman-learns-her-baby-has-down-syndrome-people-who-have-it-answer-her-one-big-question-2?g=3&c=ufb1
 

http://9gag.tv/p/5XWYn/happy-world-down-syndrome-day-dance-pharrell-williams

They are not different than us, at all.
Please love and give your support for them. :)

Sedikit telat sih, tapi gpp ya :)

Happy World Down Syndrome Day! :)

Thursday, February 6, 2014

hai, novelty!

a long awaited idea of novelty is finally come!
Alhamdulillaaaahhhhh :) :) :)
kayanya bebannya langsung berkurang 80% padahal proposal aja belum ditulis dan masih ada 7x sidang yang menunggu..haha..
bener kata tetua-tetua S3 itu, ide novelty itu kadang-kadang muncul dari diskusi santai yang ga direncanakan. It is definitely a God's way :)

Love you to the universe, dear Allah SWT.
Bismillahhirrahmannirrahim, I am ready again to do it :)

Sunday, December 1, 2013

bagus itu ga pasti mahal,
mahal itu ga pasti bagus.

gatau kenapa, tiba-tiba tadi pagi kepikiran hal itu.
trus, kepikiran satu hal lagi yang sering diucapin ama banyak orang,
'ada harga ada barang'

well ya, mungkin ini sedikit bertentangan antara kalimat2 diatas,
tapi kalau dipikir2, mungkin bnar jg keduaduanya.

contoh untuk soal model baju, itu memang selera orang sih, tapi mungkin model baju yang ada di itc itu sama bagusnya atau malah lebih bagus daripada yang ada di toko-toko merek terkenal. tentu dengan harga yang jauh lebih murah. misalnya yang gampang, kemeja tangan panjang. modelnya kan sebenernya itu-itu aja, paling cuma beda motif aja. model sama dan harganya beda kan? tapi kalau mau ngomongin tentang kualitas, ya mungkin aja yang ada di toko2 merek itu kualitasnya bahannya beda, lebih bagus daripada yang ada di itc.

tapi menurutku, ada satu hal lagi yang mereka beli kalau make baju atau belanja dari toko-toko merek ternama. prestige.

contohnya, tas merk Hermes. harganya sampai puluhan atau ratusan juta. mungkin harga bahan baku dan pengerjaannya ga akan semahal itu. dan herannya, banyak banget orang yang beli, dan bahkan ngantri untuk belinya. ga ngerti lagi~~~~

hanya ocehan pagi. no offense.
peace, love and gahul! :D

Friday, September 20, 2013

Teknik Geofisika dan Teknik Geologi

Halo, selamat petang semuanyaa.

Mumpung lagi mati gaya gara-gara nungguin runningan seismik yang ga beres-beres, mari kita menulis-nulis ttg sekelebat pemikiran yg tadi sore tiba-tiba muncul menghiasi otak.

Teknik Geofisika dan Teknik Geologi. Sampai sekarang saya heran kenapa akhirnya dua program studi ini bernaung di fakultas yang berbeda. Yang satu di FTTM, yang satu di FITB. Ya memang sih, mungkin ini cuma karena alasan masalah administrasi (begitu yang saya dengar), tapi tetap ajaaa, aneh.

Di negara lain, Geofisika dan Geologi itu ga bisa dipisahin. Bahkan di IFP Paris tempat suami kuliah, disana Geofisika dan Geologi itu cuma berbeda keahlian aja, tapi ttp satu jurusan. Ga usah jauh-jauh deh, bahkan di ITB ini aja, Teknik Geofisika (TG) ini memang awalnya dari pecahan Teknik Geologi (GL). Terus kenapa sekarang sampai jadi beda jurusan? Hmmm..

Waktu jaman pertama kali masuk kuliah dulu tahun 2005, TG dan GL masih sama-sama ada di bawah FIKTM. Tapi jaman dulu itu masih ada Geofisika (GF) dan juga Fisika Bumi yang ada di bawah prodi Fisika. Padahal itu sama2 meneliti ttg bawah permukaan bumi. Geo (Bumi) dan Fisika. Sama aja kan ya sebenernya?

Bingung? Sama.

Padahal yah, kalau ada proyek dari perusahaan migas itu, biasanya mereka itu ngasihnya itu sepaket, G & G ; G, Geology and Geophysics. Trus kalau di perusahaannya pun, bagiannya itu kebanyakan G & G atau Geoscientist.

Udah sih, gitu aja. Cuma bingung aja. Hehehe

Monday, September 16, 2013

Welcome Balikpapan!

Hallo, Balikpapan!

Well truthfully, I never had a thought that i'll be here, nor for work or any other reasons, but i guess love brings me here, hahaha
Sebelumnya sih, udah diceritain sama temen2 yg pernah tinggal disini kalau di kota ini ga banyak obyek atau tempat2 yang menarik, tapi karena emg dari awal tujuannya kesini cuma buat ketemu si mase, jadinya emang ga berharap pergi kemana2 juga. Udah bekal bawa data sih, niatnya mau ngerjain kerjaan disini, tapi apa daya, niat tanpa realisasi ya cuma niat aja, haha.. Malah dorama satu folder yang cuma dibawa buat jaga2 kalo bosen itu abis ditonton. Yasudahlah yah. xD

Cuma seminggu sih disini, huft, I really wish i can stay longer!!


Sunday, June 16, 2013

mimpi, 2

mentari pagi, halo..

setelah baca ulang post yang kemarin dibuat, jadi merasa aneh sendiri.
well, it is true what i wrote in there,
but as i think more,
to be grown up is not to blame others, or any condition
mature is an option, isn't it?

*masih dengan soundtrack lagu mirrornya justin, lagu yang sama waktu buat post kmrn*


maybe is too late,
but it is still better to do something now, than we just stay still in the same spot
maybe not as perfect as i imagine,
but still, it is better to move.


Saturday, June 15, 2013

mimpi, 1

hujan, halo..
saat hujan dan sendirian seperti ini, memang enak untuk merenung.
merenung yang akhir ceritanya sudah bisa tertebak, hehe

mari kita bicara mengenai mimpi pada sore hari yang sunsetnya tertutup awan gelap ini
bicara soal mimpi, atau impian, di satu sisi memang menyenangkan
tapi untukku, mungkin sisi lainnya yang lebih menonjol dibanding bagian menyenangkannya itu
mimpiku dan kenyataanku, hampir selalu memilih jalan yang berbeda

kadang aku iri dengan orang yang tahu apa impian
dan bagaimana ia berusaha menggapai mimpinya itu
sungguh, iri bukan main
padahal aku tahu bahwa mungkin tidak mudah mencapai itu
at least, ia menikmatinya
at least, ia punya mimpi itu

yang aku ingat ketika bercerita tentang mimpi ketika masa anak-anak,
kepada nyokap, yang seharusnya jadi orang terdekat yang mendukung,
yah, hanya seharusnya,
hidup tidak selalu seperti fairytale yang ibu tiri lebih jahat dari ibu kandung,
dan secara instant menghancurkan mimpi dan sekaligus membangun rasa antipati,

tapi sayangnya, mimpi anak-anak itu masih membekas
setelah sekian lama terkubur dalam pembelajaran tanpa henti di sekolah dan kuliah,
ia muncul lagi, dari 1 permintaan simple dari seorang trainer,
'tolong tuliskan apa yang menjadi mimpi kamu selama ini. apa saja, bahkan hal yang menurutmu impossible sekalipun'
huff, mungkin memang seharusnya ngga ikut trainer itu, dan hidup akan jadi damai-damai saja  


...


suatu minggu sore yang hujan~~

i want to travel a lot, i want to experience more, i don't need anymore regret and i want to be stunning far more than i am now.


tiba-tiba saja terpikir kalimat itu. entah kenapa.
mungkin karena 2 hari ini menggeje, ga ngerjain proyek ataupun disertasi dan tiba2 merasa bersalah karena ga ngapa-ngapain, bisa jadiii~~
mungkin karena plan ke jambi yang jadi-ngga-jadi-ngga melulu, dan tiket yg semakin lama semakin mahal, bisa jadiii~~
mungkin karena cuaca dan langit yang mendukung untuk ngebuat pikiran ngelayang kesana-kemari, kl kata seorang temen sih 'jangan sedih makanya ti biar ga ujan', well, i'm not really a gumiho, tapi bisa jadiii~~

but anyway, ini bukan proyek ke'galau'an kok. hehe
lebih kepada perasaan gemes pengen ngelakuin sesuatu yang berguna (walaupun pada ujung2nya sih tetep aja stay didepan laptop ngebuka media player classic trus nonton running man/family outing), pingin juga jalan-jalan ngejelajah tempat-tempat yang asing, dimana ga ada yang kenal gue disitu, nyoba makanan-makanan atau hal-hal aneh, it seems very exciting! yah walaupun, ujung2nya ttp ajaa kepentok masalah duit. huh!

yah, yasudahlah,
berhubung sore ini ujan lagi dan ga jadi lari lagi, mari kita menggeje di blog setelah sekian lama tak dikecup oleh sentuhan jari-jari manis di keyboard.. *apa sih*

hihi :D 

Wednesday, October 17, 2012

Morning, world :)

a morning light, a morning breeze,
sure it brings a new hope for today.
yesterday was just so tough day.
with so many tears and heartache,
so many fear and regret.
but everyday, the sun will come and shine us again and again
save us from the night's darkness.

deal with the grieve past
confuse of the future
disappoint from the family matter
and truth that it's too late to do something
different problems, different situation
lets leave all that in yesterday
and be a better, firmer today.


dedicated for my super friends,
who have a really strong heart,
who made me realize, maybe i don't have an excuse for being sad
who told me that there always a deep reason behind everything
i just wish every best thing
and remember, friends are here for always support
for listening to the story to make you feel better


Tuesday, October 16, 2012

.

it's scary when you already have a question, 'For what reasons that i'm still alive now, in this world?'
all the confusion, all the disappointment,
and with all the regret when there is no turning back
when you know what you really want cannot be reach by you
also with the loneliness, alone
so many choices but you don't know what is right
you'll try to find a way to escape
you'll try to keep yourself busy all the time
so you can sleep due to tiredness
and never have a time to think some crazy things, some useless things

when you can't even say, 'Let's God do the rest'

Take this sinking boat and point it home
We've still got time
Raise your hopeful voice you had a choice
You've made it now
Falling slowly sing your melody
I'll sing along..


Sunday, October 7, 2012

Happy Birthday, Love ♥

Hey! It's October 7th!

Though you are far far away now and we can't celebrate your birthday together, but still, hope you have a blast birthday there with your new friends :)
So it's also been 5 years since our togetherness. Although you said that we should change our anniversary date to July 15th, but for today, I want to say to you again: 'Happy seventh!'.
I haven't prepared anything for you this year. Really, I don't know what to do today to celebrate your birthday.
If I can, I'll go to Paris right away, knock your dormitory door and bring a cake with a candle on top of the cake. But we know i can't. And i guess we still have to be patient for couple months more to see each other again in real, not in that square things like we do everyday.
Hope a thousand good things for you. Maybe a million. Or more.

Anyway, words are really not enough to explain my love for you.
But let me, just in this letter to you, say this things for you.
I love you. I do.

Happy birthday, Love.
God is always be with us. Anywhere, Anytime.

Tuesday, October 2, 2012

Namanya juga newbie! :p

Everyone must have their 'first' at everything.
As for me now, although this isn't my first for sewing a clothes, this is my first time to make it in a big number of production. Moreover, this is my first time to make clothes not only for myself, but also for selling it.

It comes from a random thought. When suddenly i got the idea to run a small bussiness by make this clothes when i was shopping in the street market this sunday morning, there's someone who give me and my husband a late gift for our wedding. It is a money, and i thought if i just spend that money just for eat or another shopping, the money will just gone and not return to us. I went to the market to buy a lot of fabric in the afternoon. And now, while i'm doing it myself, i know a lot of new thing, and this is exciting!! :)

I know i'm still a newbie in this bussiness, and also i am new in sewing-things. But i'm satisfied with the results.

The most important thing is not the money that you'll make by selling this clothes. But the experience that you had, the excitement of making things, the proud that you feel, the thought that YOU CAN, that is more important. Money is the bonus. A nice bonus, though :D

Well at last i wanna say, just don't hesitate to explore and build your ideas. You can if you want, not you want if you can :) :)