Showing posts with label Mamah Gajah Ngeblog. Show all posts
Showing posts with label Mamah Gajah Ngeblog. Show all posts

Monday, September 18, 2023

Bagai PR matematika

Hidup ini memang penuh dengan tantangan (dan juga permasalahan), baik kita menyadarinya atau tidak. Terkadang, ada orang yang bilang ingin kembali ke masa kecil atau sekolah dasar, dimana tantangan atau masalah hanyalah PR atau ulangan matematika. Tapi, untuk anak sekecil itu, PR atau ulangan matematika merupakan tantangan yang sangat besar. Bahkan bisa membuat stress dari beberapa hari sebelum ulangannya bila anak kecil tersebut tidak atau belum mampu menguasai bahan pelajaran. Mungkin bagi kita, ya memang semudah menjentikkan jari jika kita mengerjakan PR itu sekarang. Namun, bagi anak itu, PR itulah yang bisa membuatnya naik kelas, seperti yang dituliskan juga dalam prolog tantangan blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan ini oleh mamah admin di website MGN: Tantangan hidup hadir sebagai 'ujian naik kelas' kehidupan. 


****

Dalam hidup pribadiku, setidaknya ada 2 tantangan besar yang paling membekas. Satu sudah terlewati, satu lagi sedang dihadapi. 

1. Mengejar Strata

Seperti yang pernah kuceritakan pada awal perkenalan dengan para Mamah MGN di blogpost tentang diriku, umur belasan dan dua puluhan hidupku kuhabiskan di ITB. Ya, 13 tahun lamanya aku betah untuk menimba ilmu di kampus kita tercinta ini, dari mulai 2005 sampai 2018, non stop. Walaupun mungkin cerita dan perjuangan di kampus tidak bisa dibandingkan dengan teman-teman lain seperti di cerita mamah Uril maupun teman-teman lainnya, tetapi selayaknya mahasiswa yang setiap akhir kuliahnya harus menyelesaikan tugas akhir sebagai syarat kelulusan, selalu ada cerita dalam mengejar strata.  

Kalau bisa kubilang, S1 dan S2 mempunyai pola pembelajaran yang mirip, menekankan di kelas, tugas atau praktikum, dan diakhiri dengan tugas akhir atau thesis. Tugas Akhir Sarjana Alhamdulillah berhasil diselesaikan dengan baik, didukung oleh dosen pembimbing yang sangat suportif terhadap para mahasiswanya. Ketika membuat Thesis Magister, karena terpikat dengan subject sewaktu TA, akhirnya kuputuskan untuk mendalami lagi tentang metode tersebut. Lumayan membuat stress sampai bilang ke diri sendiri bahwa ga akan lagi-lagi kuliah gini, salah jurusan sepertinya.. 

Tapi beberapa bulan setelah (Alhamdulillahnya) lulus, berdirilah aku di depan loket di gedung Annex. Mendaftar sekolah (lagi). Padahal baru aja bilang kalau kapok belajar lagi, huehehe. 

Motivasinya kuliah lagi??

Pertama: Ga diajak pak suami (baru mau nikah waktu itu) buat nemenin dia studi di Paris. Wuekekek. Daripada bete bengong sendirian di Indo, yaudahlah kita sekolah aja. 

Kedua: Lagi kesengsem sama salah satu topik penelitian yang belakangan ini lagi ngehits di dunia: CCS atau Carbon Capture Storage. Special thanks buat Bapak Dosen pembimbing dari S1 yang mengenalkanku tentang topik ini. 

Ketiga: Pengen nerusin cita-cita Aki. Kakekku sangat cinta akan geologi, akan Karang Sambungnya (tempat kuliah lapangan mahasiswa kebumian), akan kampus ITBnya. Sayangnya dari sekian banyak cucu-cucunya, yang meneruskan jejaknya di dunia kebumian hanya aku. Jadi, motivasi yang paling utama ini lah yang memantapkan niatku untuk mendaftar kuliah lagi. 

Foto Aki Dd yang kuambil waktu aku kuliah lapangan s1 di Karang Sambung. 
Walau tahun itu kesehatannya Dd sudah berkurang, tapi Dd bela-belain datang mengajar di Karsam karena cucu nya lagi ada disitu :')

Namun, Aki Dd, begitu kami memanggilnya, belum genap setahun aku memulai kuliah S3 ini, beliau berpulang. Jujur, aku langsung merasa demotivasi. Ditambah dengan hidup LDM yang ternyata sulit kubiasakan. Proposal penelitian pun seringkali ditolak dengan alasan penelitiannya sudah pernah dikerjakan dan diminta mencari keterbaruan lagi. Sungguh, 6 tahun ini luar biasa menguras energi, rasa, uang, dan juga kewarasan. Depresi dan terpuruk. 

 Aku bangkit lagi untuk menyelesaikan studiku karena Aki Dd (alm). Iya, aku tak ingin merusak citra baik dan nama besar beliau di kampus jika aku drop out dari program ini. Walaupun Beliau sudah tidak ada, tapi aku tetap ingin membuat beliau bangga. Dengan berpegang pada kata-kata 'Do your best so there will be no regret', I did everything I can. Kejar dosen sana, kejar dosen sini, print disini, print disana, submit ini, submit itu. Literally berlari-larian mengejar deadline dan juga tutupnya loket, baik di jurusan maupun di Annex. Alhamdulillah, masih dikasih kesempatan sama Allah untuk bisa lulus dari kampus ITB lagi. 

So.. this is for you, De. Miss you :)

Allahumagfirlahu warhamhu waafihi wa'fuanhu, Sukendar Asikin. 

2. Kiddos: a Lifetime learning. 

Menjadi orang tua memang tidak mudah. Menjadi orang tua berarti harus siap dengan tantangan dan juga pembelajaran baru, setiap harinya. Mulai dari hamil, bayi, toddler, pra remaja, remaja, bahkan dewasa, setiap anak dengan keunikan karakternya masing-masing tentu menjadi tantangan sendiri bagi setiap orang tua. Ketika hamil banyak dari kita yang merasa tidak nyaman dan ingin cepat-cepat lahiran, tanpa tahu bahwa ketika bayi baru lahir berarti kita akan merasakan tantangan begadang berhari-hari, belum lagi kalau puting lecet, pekerjaan rumah terbengkalai, dan sebagainya sampai ada yang menderita post partum depression. Ketika bayi masih kecil dan harus digendong kemana-mana, seringkali kita ingin agar ia cepat merangkak dan berjalan, tanpa tahu bahwa kita harus mengekor dan mengejarnya kemana-mana. Ketika masih toddler, seringkali kita ingin agar ia cepat bersekolah, tanpa tahu bahwa masa-masa bersekolah ada pula tantangan lainnya, dari mulai rengekan mogok sekolahnya, bullying, ataupun ada kalanya kita rindu karena ternyata rumah menjadi sepi ketika mereka bersekolah. 

kiddos 💓

Pernah ketika anak pertama masih bayi, membaca buku yang mengisahkan bagaimana menjadi orang tua yang penuh senyum sehingga anak-anak dikelilingi oleh energi positif (maaf, lupa nama bukunya..), dan sejak itu, menjadi cita-citaku untuk menjadi orang tua yang seperti di buku itu walaupun TANTANGANnya luar biasa sekaliiiiiiii (maaf capslock jebol :p) 

Intinya.. tantangan paling besar yang sedang kuhadapi dan Insya Allah akan terus berlanjut sampai meninggal nanti ya ini: menjadi orang tua yang baik, soleh/ah untuk anak-anakku.

Kalau ada kontroversi yang bilang bahwa anak itu investasi atau bukan, ya, aku setuju dengan anak itu adalah investasi. Bukan investasi yang seperti apa, namun investasi untuk ketika kami orangtuanya mati kelak, anak-anak kami dapat menjadi anak-anak yang soleh solehah agar dapat mendoakan kami orang tuanya di akhirat kelak. Terlihat ringan, namun inilah tantangan berat bagi kami orangtuanya agar mereka mau melakukan hal tersebut, dengan penjagaan Allah SWT tentunya. Semoga Allah meridhoi, Aamiin.. (bantu aamiinkan yahh yang membaca ini, terima kasih sebelumnya, hehe..)

*****

Tantangan sebesar atau sekecil apapun, itulah yang membuat diri kita menjadi diri kita sekarang. 

Apakah kita naik kelas atau tidak, tentu itu semua bergantung pada diri kita sendiri. 

Semoga aku, dan kamu yang membaca blog ini dapat naik kelas bersama di tantangan masing-masing. Semangat! :)


Friday, August 18, 2023

wish x consistency.

 Memang keinginan manusia ga ada batasnya, ya. Seperti kata Mamah Uril di penjelasan Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan Agutus ini: Sky is the limit. 

Tapi sejujurnya, agak bingung juga mau menulis tentang apa untuk tantangan bulan ini. Sepertinya, jiwa-jiwa ambisius yang dulu lekat dengan nama besar ITB sudah menghilang dari pikiranku. Setidaknya, untuk saat ini. Semakin bertambah usia dan dengan rutinitas sebagai Ibu rumah tangga membuatku tidak lagi terlalu bernafsu untuk mengejar pencapaian-pencapaian yang 'wah'. Berhasil mengejar dan dapat diskon 50% dari Sh**pe aja udah seneng. Bandingkan dengan keinginan pada waktu kuliah dulu yang ingin kuliah dan tingga di luar negeri, ingin jadi professor, buat riset ini itu.. Bagai bumi dan langit. 

hiburanku tiap malem. btw postingan ini tidak bersponsor yah huehehe

Kalau ditanya apa keinginanku untuk saat ini, mungkin akan kujawab: konsisten. 

Kenapa 'konsisten'? Ya, sejatinya memiliki sebuah konsistensi untuk sesuatu hal itu merupakan hal yang sulit dan membutuhkan kerja keras. Konsistensi inilah yang ingin kumiliki dalam mengisi kehidupanku sehari-hari saat ini. Namanya juga keinginan, artinya belum tercapai kan.. Dengan kata lain, aku belum berhasil sepenuhnya dalam menerapkan hal-hal berikut ini: 

1. Konsisten dalam hidup (lebih) sehat

Seperti yang Mah Uril singgung di artikel di web MGN, keinginan untuk punya BB ideal dan fisik bugar. Siapa sih ya yang tidak mau seperti itu, hehe.. Apalagi setelah pandemi yang membuat timbangan itu maunya ke kanaaann terus dan susah sekali diajak balik ke kiri. Rasa-rasanya hanya minum air putih saja sudah jadi daging. Beda betul dengan timbangan anak-anak yang susaah banget diajak ke kanannya. *Mamah curcol * Apalagi kalau lihat foto-foto nostalgia sewaktu kuliah, auto bersenandung 'Bajuku dulu.. tak begini..~~~'

On a more serious note, trigger utama kenapa ingin hidup lebih sehat adalah: beberapa suami atau saudara dari teman-teman baikku terkena kanker. Sudah tahu dari dulu bahwa kanker itu ganas dan menyeramkan, namun baru benar-benar merasa tersentil ketika melihat orang-orang terdekat struggle dan berjuang melawan itu. Imaji kanker itu sebagian besar diderita oleh orang yang sudah berumur senja pun runtuh karena teman-teman yang divonis menderita kanker itu sepantaran hanya terpaut beberapa tahun saja. 

Jadi target kecilnya sekarang sih hanya berusaha untuk makan lebih sehat.. lebih sadar dalam makan minyak (kurangi gorengan mylufff).. Sulit, apalagi buatku yang tipenya stress-eater, hehe.. Dan perbanyak olahraga (i'm such a lazy ass btw).. Bisa joging 2km ga berhenti pakai pace yang kayak jalan kaki aja udah pencapaian, hehe.. Syukur-syukur bisa ikut 10k tahun depan (mulai ambisius) huehehehe..

my very very first 5k run! 
there is always a first time in everything.
walaupun pace seadanya tapi ku tetap senangggg dengan pencapaian ini, Alhamdulillah

2. Konsisten dalam menulis

Menulis baik pakai tulisan tangan maupun menulis di blog atau media lain sebetulnya adalah salah satu bentuk atau caraku untuk untuk self-healing. Pernah ikut dalam suatu seminar/acara parenting di sekolah anakku dan salah satu yang kuingat adalah: di umur 30-40an sepertiku, salah satu yang dibutuhkan adalah untuk produktif. Waktu itu kupikir, pantas saja aku uring-uringan semenjak hanya menjadi full IRT. Ternyata, kebutuhan untuk bersifat produktif  itu kurang terpenuhi. Merasa kurang bermanfaat bagi orang banyak, apalgi dengan title 'lulusan ITB' yang kadang-kadang jadi terasa berat dipundak. Makanya, lewat menulis tulisan yang bermanfaatlah rasanya diriku lebih merasa produktif dan mudah-mudahan dapat memberikan manfaat bagi orang yang membaca tulisan-tulisanku, baik itu di blogpost, Instagram, ataupun media lainnya. 

Senang sekali bisa bergabung menjadi salah satu author dan editor di ebook ini. 
Looking forward to another ebook project!
Yang belum pernah baca bisa baca disini yaa..

Menulis gratitude journey juga disebut-sebut sebagai salah satu cara healing yang bisa mendekatkan kita kepada yang Kuasa. Memetik dari Al Quran surah Ibrahim ayat 7 yang artinya '..Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu..' 


Kedua konsistensi inilah yang paling ingin kulakukan, paling tidak dalam waktu dekat ini. Tentu saja ada lebih banyak konsistensi yang ingin kucapai, misalnya: konsisten untuk tidak selalu marah-marah ke anak-anak.. konsisten untuk tetap sabar dan selalu tersenyum.. dsb dsb dsb.. banyaaaakk... once again, sky is the limit kan?? hehehe

Kata orang mah sebaiknya kalau kita punya keinginan sebaiknya tidak diberi tahu ke orang-orang supaya terhindar dari ain.. Maka dari itu, untuk yang membaca blogpostku ini dan juga blogpost Tantangan MGN bulan ini lainnya, mari kita doakan yang baik-baik semoga keinginan para mamah ini dapat terkabul Aamiin aamiin ya Rabb :)

Semangattt Mamah semuaaa, semoga kita bisa berjuang bersama untuk mencapai keinginan kita masing-masing yaa! 💪


Friday, June 2, 2023

Komikku Duniaku

Bicara tentang masa kecil, tentu ada banyak hal yang dapat diceritakan. Ketika beban hidup masih berupa pe-er atau ulangan matematika esok hari, hehe. Ingatan masa kecil kebanyakan orang akan membekas dan sedikit banyak akan menjadikan diri kita sekarang. Tema tantangan blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan ini dari mamah Sistha sukses membuat nostalgia. Kuputuskan untuk menulis tentang sesuatu yang sangat akrab denganku dan menjadi keseharianku sewaktu kecil: Komik



Hiburan untuk anak-anak di generasi 90an itu terbatas di komik, menonton kartun di televisi, atau bermain bersama teman-teman di lapangan. Tidak bisa dibandingkan seperti sekarang dimana internet, youtube dan game online yang sangat mudah diakses, playground yang bertebaran dimana-mana, dan sebagainya. Uang jajan pun terbatas, sehingga harus pintar-pintar menyisihkan uang untuk membeli mainan atau komik. Waktu SD dahulu, komik hanya seharga 5500 rupiah, kemudian naik menjadi harga 6500 sewaktu SMP, naik lagi menjadi 7500, 8500 dan seterusnya.. Sampai sekarang, harga komik seharga 25.000 keatas. Jadi gampang saja sebetulnya kalau mau melihat inflasi, lihat saja harga buku komik yang semakin naik,hehe

Komik sewaktu kecil dulu didominasi oleh komik dari penulis Jepang, yang disebut Manga dan penulis Mangaka, terbitan dari Elex Media Komputindo. Komik yang paling familiar dan hampir semua orang di Indonesia tahu, tentu saja Doraemon. Bahkan, menonton kartun Doraemon di RCTI di hari minggu pukul 08.00 WIB pagi sudah menjadi 'keharusan' tersendiri bagi anak-anak gen90an. Komik dan kartun Doraemon ini membuat imajinasi sewaktu kecil menjadi sangat berkembang dan menginspirasi untuk membuat ciptaan-ciptaan seperti alat-alat Doraemon. Well, yang dibutuhkan seorang anak itu adalah imajinasi yang luas tanpa batas, bukan?

sumber

Komik lain yang populer di gen90an adalah komik serial cantik. Komik-komik ini adalah komik lepasan (satuan) yang berkisah tentang percintaan yang ringan. Masih cocok lah dibaca untuk anak SD SMP yang mulai mengenal cinta monyet. Komik serial cantik kesukaanku berjudul 'My Best Rival is My Best Friend'.

sumber


Salah satu komik serian yang paling membekas di hati adalah komik Harlem Beat. Komik ini mengisahkan tentang orang-orang yang tergabung di klub basket di SMA. Cerita tentang persahabatan dan kerja keras sangat tergambarkan oleh tokoh-tokoh disini. Kita juga jadi tahu banyak hal tentang basket. Ratingnya kuberi 9.5/10. 

sumber

Saking sukanya dengan cerita di Harlem Beat, aku menjadi penggemar berat penulisnya yaitu Yuriko nishiyama dan akhirnya membaca serial lainnya terbitan beliau yaitu Sylphid. Hari terbitan komik baik Harlem Beat mupun Sylphid menjadi hari yang selalu ditunggu, dan dengan hati riang selalu bolak-balik ke Indomaret yang dulu juga menjual komik dan majalah, menunggu komik tersebut dipasang di rak. 

sumber

Serial tokoh dunia juga menjadi favorit di kala kecil. Dengan membaca komik ini, kita juga jadi bisa belajar sejarah dan biografi dari penemu-penemu yang termahsyur di dunia. Buku ini sepertinya sudah tidak diproduksi lagi, padahal menurutku buku ini masih cocok untuk dijadikan komik pembelajaran bagi anak-anak jaman sekarang.

sumber


Komik masa kecil yang sampai sekarang masih terbit adalah Hai, Miiko. Komik yang berisi cerita ringan tentang kehidupan sehari-hari ini sangat kusukai, mulai dari penggambarannya, tokoh-tokohnya, ceritanya, maupun lelucon-leluconnya. Komik Hai Miiko juga aku perkenalkan ke anakku karena cenderung 'aman' untuk anak SD. Pssst, Miiko sekarang sudah SMP loh!



Sayangnya sekarang komik-komik koleksi sewaktu masa kecil sudah tidak ada, karena dihibahkan dan karena 'dibereskan' sewaktu mulai kuliah dan pindah dari rumah. Namun, ternyata banyak komik-komik jadul yang dijual di toko buku bekas, jadi ingin mengkoleksi lagi buku-buku komik yang dibaca sewaktu jaman dulu, hehe. Kalau kalian, suka baca komik apa sewaktu kecil dahulu? 


Thursday, May 4, 2023

mie mie dan mie lagi~~

Kalau membicarakan tentang makanan kesukaan, hampir semua orang pasti punya satu atau lebih makanan seperti yang sudah dijelaskan mamah admin MGN di blog Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan ini. Apalagi kalau tipikalnya stress-eater seperti saya, pasti punya comfort food yang akan memperbaiki suasana hati. 



Bagi saya, olahan mie menjadi salah satu makanan kesukaan yang sering hadir di meja makan. Olahan mie yang cenderung lebih ringan dibandingkan dengan memakan nasi dan lauk, apalagi kalau dimakan ketika masih baru matang dan panas, akan membuat badan dan juga perasaan saya menjadi lebih segar. Mulai dari mie instan, yamien, ramen, udon, soba, pasta (spagetti atau fettucine) dan masih banyak jenis lainnya. Saking sukanya dengan mie, pernah juga sampai menjadi inspirasi sewaktu membuat cerita fiksi berlatar ITB di tantangan bulan MGN, haha

Untuk mie instan, 'Indomie, seleraku..' memang juara, sih.. dari mulai mie instan polos sampai ke mie kuah aneka rasa yang ditopping sedemikian rupa sudah tak terhitung varian yang pernah kucoba. Walaupun kebanyakan makan mie instan itu memang gak sehat (sepertinya semua orang tahu itu tapi masih banyak juga yang sering memakannya) tapi aroma ketika ada orang yang memasak mie instan itu sungguh menggoda~~ haha.. 

Jadi ingat, sewaktu SMA karena hampir setiap hari jajan mie instan di kantin, aku pernah 'distrap' sama teman-teman sekelas. Mie yang sudah terlanjur kubeli dimakan sama mereka, dan ga boleh jajan mie selama seminggu! 😂 Kalau sekarang sih.. makan mie instan karena kabita kalau sedang nonton drakor yang biasanya mereka makan ramyun, lihat kuahnya yang merah itu duhhh.. bikin langsung ingin nyalain kompor.

Olahan mie lain yang jadi kenangan dan jadi kesukaan sampai sekarang adalah mie ayam abang-abang gerobak, Dulu suka beli sewaktu jeda antara selesai kelas dan les pas SD di abang gerobak yang mangkal di depan sekolah. Harganya 1500 kalau tidak salah, cukup mahal untuk anak SD pada waktu itu. Pakai saos merah yang katanya dibuat dari cabe dan tomat kematengan (mau bilang busuk tapi kok yo ga tega... hahaha) tapii justru itulah yang buat tambah nikmat, beda kalau pakai saos kemasan botolan yang biasa ada di mini market. Sampai sekarang ketika harganya sudah 10x lipat juga tetap saja jenis mie ayam ini sering kubeli.



Karena keluargaku orang Bandung, jadi aku juga akrab dengan yamien. Kesukaanku adalah yamien manis. Sewaktu aku kecil dan tinggal bersekolah di Jakarta sepertinya disini belum terlalu familiar dengan yamien yang biasanya kuah dan mie nya dipisah. Apalagi dengan istilah yamien manis atau yamien asin. Tapi sekarang hampir semua gerai mie bisa untuk dibuat ala yamien. Yamien kesukaanku? Tentu aja yamien buatan rumah (mamaku) hehehe.. 

Yamien manis ayam jamur buatan mama @catering.alaatty
Yang mau cobain di daerah BSD bisa juga loh pesan di gofoodnya @bluperrycoffe , restonya sepupuku dan resepnya sama, Insya Allah ngeunahhh

Ketika dulu masih suka ikut annual symposium di Jepang, maka olahan udon jadi salah satu makanan kesukaan apalagi kalau dimakan ketika autumn/winter ketika tim kita yang dari negara tropis ini menggigil kedinginan terkena cuaca hampir 0 derajat. Kuah panasnya yang biasanya terbuat dari serpihan ikan dan sayuran jadi alternatif makanan karena kalau ramen di jepang biasanya terbuat dari tulang babi dan/atau sapi yang belum tentu sesuai syariat sembelihnya. Jadi ketika Marugame Udon membuka gerainya pertama kali di Indonesia, wahhh saya bahagia sekali. Masih ingat rasanya ketika pertama kali mencoba niku udonnya, terharu sekali karena rasa dan cara penyajiannya sangat mirip dengan yang di dekat kampus Kyudai 🙆 



Demikian juga waktu pertama kali mencoba ramen di Seirock-ya, ya ampun sampai heran kenapa bisa ada kuah seenak ituuuuu *lebay* *tapi beneran takjub*. Menu kesukaan tentu saja Tori Paitan Ekstrim Ramen.  Walaupun harganya yang lumayan mahal tapi menurutku worth to buy. Aku ga usah komentar banyak deh tentang ramen ini, silakan langsung aja ke gerai terdekat dan coba sendiri 😆

Dan gara-gara ramen ini pula jadi terinspirasi untuk buat ramen instan ala-ala dari resep di instagram. Dengan effort yang minimalis tapi dapat ramen yang lumayan enak hehee.. Silakan kalau ada yang ingin mencoba juga 😁 

Mie ramen ala-ala:
Kuah: 1 gelas susu kedelai tawar (jangan yang manis yah!), dipanaskan dengan tambahan 1 sdt minyak wijen, 1/2 sdt chicken stock powder, merica, kecap asin/garam (sesuai selera, tambahkan sedikit demi sedikit sampai asinnya pas). 

Rebus mie telor di air terpisah dan tiriskan, masukkan ke campuran kuah tadi, tambahkan toping telur, sawi, bawang daun dan cabai bubuk. Itadakimasu 🙏  



Wednesday, April 5, 2023

Gaudi di Barcelona

Tema Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan ini sepertinya akan membawa para blog readers untuk berjalan-jalan baik domestik maupun berkeliling dunia. Seru sekali, ya! Kebetulan ide tantangan bulan ini terpilih ideku yaitu 'Landmark kota yang ingin/sudah pernah dikunjungi', karena pasti akan ada banyak sekali tempat-tempat indah di dunia yang ingin kita kunjungi. Dan momennya pun sepertinya pas karena sebentar lagi akan ada liburan Lebaran dan juga libur kenaikan akhir tahun. Dengan blogwalking di blognya para penyetor tantangan, siapa tau kita jadi bisa terinpirasi mau liburan kemana ya, mah :) 

Saking banyaknya wish list dari kota-kota yang ingin dikunjungi, awalnya sempat bingung mau menulis yang mana.. sampai pada akhirnya, baru ingat kalau punya buku di rak yang berjudul: Gaudí , Toute L'Architecture.  



Barcelona, yang terletak di bagian selatan negara Spanyol, bukan hanya terkenal oleh sepakbolanya yang meriah. Namun, di kota ini juga sangat kental dengan sentuhan artistik Antoni Gaudí, sang arsitek kenamaan yang mempopulerkan Modernisme Catalunya. Beberapa karya Gaudí di Barcelona yang dikenal di dunia antara lain: Sagrada Familia, Park Guell, Casa Battló, dan masih banyak lagi. Bangunan tersebut sekarang menjadi obyek wisata yang selalu ramai dikunjungi orang. Bahkan ada tour khusus yang mengunjungi bangunan-bangunan yang didirikan oleh Gaudí. 

Karya-karya Gaudí sangat indah dan mempunyai detail yang sangat mengagumkan. Hal yang menarik perhatian selain dari bentuk bangunannya itu sendiri adalah permainan warna dari pecahan keramik dan kaca. Begitu pula dengan detail dari pahatan kayu dan besi tempa yang menghasilkan pola-pola indah. Tak heran jika masing-masing dari karya Gaudí membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pengerjaannya. Psstt, fun facts: Sagrada Familia belum selesai pembangunannya sampai sekarang, loh!

Salah satu landmark karya Gaudí yang paling saya suka adalah Park Guell. Kata Guell diambil dari nama pemilik awalnya yaitu Eusebi Guell, seorang penggemar berat karya Gaudí, yang terinpirasi untuk membuat taman seperti taman-taman di Inggris. Waktu awal pembangunan, tidak ada taman hijau seperti itu di kota. Sekarang, Park Guell merupakan salah satu taman hijau terluas di Barcelona dengan pohon-pohon yang ditanam oleh Gaudí bersamaan selama pembangunan Park Guell tersebut. Pembangunan taman itu sendiri dibangun mulai tahun 1900 dan memakan waktu 14 tahun.

Di Park Guell ini, kita bisa terkesima dengan permainan warna dan pola yang dibentuk dari pecahan-pecahan keramik yang ditempel. Dari mulai bench atau tempat duduk yang panjang mengelilingi taman, hiasan di langit-langit teras, hingga ke patung-patung yang terdapat disana, hampir semua menggunakan pecahan keramik yang menjadi salah satu ciri khas Gaudí.

Bench di Park Guell. Bench ini sangat panjang dan meliuk-liuk disekitar taman.

Beberapa detail dari pola yang dibentuk oleh pecahan keramik di Park Guell.
Diambil dari buku Gaudí (Rainer Zerbst, 2012)

Langit-langit yang berwarna putihnya ini bukan semen atau cat,
tapi tempelan pecahan keramik juga!

Selain Park Guell, Landmark utama dari kota Barcelona tak lain tak bukan adalah Sagrada Familia. Bangunan ini merupakan Masterpiece dari Antoni Gaudí yang direncanakan terdiri dari 18 menara dengan 3 fasad bangunan. Walaupun pernah kesana pada tahun 2013, rasanya ingin sekali mengunjungi lagi karena penasaran dengan penampilan final bangunan ini ketika sudah selesai dibangun nanti, 

Sagrada Familia tampak depan.
Diambil dari buku Gaudí (Rainer Zerbst, 2012)

Sagrada Familia pada tahun 2021. Masih terdapat crane untuk pembangunan.
Sumber: Wikipedia

Sagrada Familia circa 2013, spring break.
Jaman masih bisa keliling bedua belum riweuh ama bocah wkwks

Sagrada Familia merupakan gereja yang dibangun mulai dari tahun 1882-sampai sekarang. Dengan inspirasi Gothic, gereja besar ini dapat menampung lebih dari 1500 orang dan 5 organ. Rasa megah di dalam ruangannya begitu terasa dengan langit-langit yang tinggi. Detail bangunannya bukan hanya didalam ruangan, namun di sepanjang dinding luar penuh oleh pahatan, patung, penempatan batu-batuan dan juga keramik dan kaca. Gaudí sendiri bukanlah arsitek awal dari pembangunan gereja ini, melainkan Francisco de Paula del Villar, yang mengundurkan diri setahun kemudian dan baru diambil alih oleh Gaudí yang bertanggung jawab untuk desain Sagrada Familia. 

Rancangan Sagrada Familia. 
Diambil dari buku Gaudí (Rainer Zerbst, 2012)
 
Detail dari eksterior Sagrada Familia. 
Diambil dari buku Gaudí (Rainer Zerbst, 2012)

Suasana di dalam Sagrada Familia yang berwarna warni bila kacanya tesinari matahari.

Baik di Sagrada Familia, Casa Battlo maupun Park Guell terdapat fasilitas informasi berbahasa inggris melalui headphone, jadi keterangan mengenai bagian-bagian tempat tersebut dapat kita pelajari dan bisa lebih dikagumi. Akses dan akomodasinya pun mudah karena merupakan tourist attraction. Menurut wikipedia, Sagrada Familia direncanakan selesai tahun 2026 walaupun ada kemungkinan mundur karena pandemi melanda, seabad lebih dari mulai awal pembangunannya. 

Sagrada Familia merupakan karya terakhir Gaudí sebelum ia meninggal. Walaupun pada saat itu karya-karya Gaudí sudah dikenal dan dihormati oleh orang-orang di Barcelona, namun ironisnya hanya sedikit orang yang mengenali sosok Gaudí itu sendiri, sehingga ketika ia tertabrak trem ia tidak langsung ditolong oleh orang dan memperparah kondisinya karena tidak mendapatkan penanganan tepat waktu. Sedih sekali, ya!



Berkat tantangan blogging kali ini, jadi membawa flashback ke trip jaman dulu dan sukses membuka fb lagi setelah sekian lama untuk mencari foto-foto (karena di komputer ga nemu fotonya, hikss).. Jadi pardon me ya kalau di fotonya banyak mukaku dan muka suamik muncul, hehehehe.. Tak sabar untuk jalan-jalan virtual via blog menyusuri landmark-landmark yang direkomendasi teman-teman MGN semua. This month's blogwalking will be fun! 💓



 


Wednesday, March 1, 2023

Daily life of Pengacara (Pengangguran Banyak Acara)

 Heeii, jangan senewen dulu dengan kata Pengacara 😄

Pengacara adalah nama grup WA sewaktu saya masih merantau di kota Balikpapan, yang isinya (waktu itu) ibu-ibu rumah tangga muda dengan balita dan berteman melalui pertemanan para suami di kantor. Namanya juga orang rantau, jadi seringnya bertemu dengan mereka lagi-mereka lagi karena merasa senasib sepenanggungan. Tapi walaupun semua IRT, kita mencari-cari kesibukan bersama-sama supaya tidak kesepian di kota orang, mulai dari mengaji bareng, sarapan bareng, antar anak renang bareng, ngemall bareng, arisan bareng, dan acara-acara lainnya.

Setelah pulang dari rantau dan anak memasuki usia sekolah dasar, ternyata menjadi irt merangkap anjas ini juga banyak kesibukannya. Kumpul korlas, arisan mom's, antar anak ekskul, apalagi kalau anaknya 2 trus jadwalnya beda, arisan RT, belum lagi kalau diminta jadi pengurus dharma wanita dari kantor suami (kok lama-lama jadi berbau curcol yah ini hahaha). 

Makanya, saya senang sekali dengan yang namanya tips dan trik atau bahasa kerennya life hacks, untuk menunjang kehidupan irt ambisius yang (sok) sibuk seperti saya. Haha. Ada beberapa buku di koleksi lemari buku kami yang bertemakan tentang berbagai tips, mulai dari tips trik urusan receh sehari-hari, tips supaya bahagia, tips supaya anak rajin shalat, tips menjadi ibu berdaya, dll dll walaupun banyak yang belum dipraktekkan karena mager. Di instagram pun banyak sekali postingan yang di save, mulai dari food prep, bebersih rumah, sampai tips trik parenting  yang malah seringnya bikin jadi insecure karena kok rasanya syulit diterapkan dirumah sendiri.

Salah satu buku tips yang ada di lemari. 

But at least, ada 2 hal yang sering atau sudah dilakukan dan Alhamdulillah bermanfaat untuk kehectican rutinitas sehari-hari, yaitu:

1. Menulis yang harus dikerjakan

Baik itu ibu rumah tangga, ibu kantoran, ibu freelancer, pasti semua ibu itu sibuk dengan porsi yang berbeda-beda. Ada banyak meme mengenai ini yang berseliweran di ig, yang menggambarkan bagaimana otak atau pikiran seorang ibu itu rasanya seperti to do list yang tidak ada habisnya. Betul atau betul nih buibuu??? 

Jika hal-hal yang harus dilakukan itu merupakan hal yang biasa dilakukan sehari-hari misal: mandiin anak, ngasih makan anak, dsb ya itu sih ga harus ditulis karena hanya panjang-panjangin list nya aja hehe.. Namun jika ada schedule tertentu, apalagi kegiatannya bertumpuk, yang membuat rasanya pikiran ini ruwet banget, coba deh, untuk tuliskan satu persatu dan susun berdasarkan prioritas dan/atau waktu untuk mengerjakannya. Dengan menuliskannya, sedikit banyak akan membuat keruwetan di otak kita akan terurai dan kita bisa mengerjakannya satu demi satu dengan lebih fokus dan efisien. Apalagi kalau kita berhasil menyelesaikan satu pekerjaan dan menceklis atau mencoret tugas dari daftar tersebut, sepertinya ada kepuasan tersendiri. 

to do list waktu persiapan ulang tahun adek.
pekerjaan-pekerjaannya simpel, tapi karena harus dikerjakan dalam satu hari jadi membuat lumayan otak ngehang kalau tidak ditulis :D

2. Membuat tempat khusus untuk bekerja di rumah. 

Bekerja disini bukan dalam artian pekerja kantor yang harus WFH sehingga harus membuat tempat untuk bekerja, itu sih sudah jelas ya hehe. Namun 'bekerja' disini lebih kepada para semua ibu yang mempunyai hobi, atau ibu freelancer/ mempunyai usaha rumahan. Saya terinspirasi dari suatu buku yang memberikan tips untuk mensetting satu tempat khusus untuk dijadikan 'kantor'. Tidak harus ruangan khusus atau terpisah, cukup dengan satu space atau tempat yang ketika kita berada di tempat tersebut, pikiran kita akan otomatis berpikir bahwa kita pergi 'kerja'.

Buku yang menginspirasi saya untuk membuat 'home office'

Dan bagi saya, hal tersebut cukup membuat saya menjadi jauh lebih produktif. Sebagai contoh, untuk saya yang ngakunya hobi ngeblog dan juga sebagai bendahara di suatu organisasi, setelah akhirnya saya memutuskan untuk membeli meja kecil dan mengatur tata letak laptop dan peralatan atknya disini, saya merasa lebih bersemangat dalam menulis blog atau melakukan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan komputer. Sebelumnya, karena belum punya meja sendiri (biasanya pakai meja lipat atau pakai meja belajar anak), saya harus mengumpulkan cukup niat terlebih dahulu untuk sekedar membuka laptop. Hehe. 

Hal ini juga berlaku untuk hobi yang lain. Misalnya kita suka untuk melukis, kita bisa setting tempat misalnya dipojokan untuk menaruh stand kanvas dan meja kecil untuk menaruh cat dan kuas. Kebalikan dari contoh-contoh diatas, jika kita belum menyiapkan tempat untuk 'bekerja', niscaya hobi kita pun akan meredup. Contohnya adalah dulu saya senang sekali memasak, namun semenjak pindahan saya belum mensetting tempat untuk menaruh mixer, peralatan baking, dll, dan walhasil sekarang jadinya sering gofood. (Alesan aja itu mah ya 😛)

Yang jelas, pengaturan tempat ini tidak perlu furnitur yang mahal. Pakai yang ada di rumah pun bisa. Tempatnya pun tidak perlu luas, yang penting cukup nyaman. Meja yang saya pakai untuk menulis blogpost ini hanya berharga kurang dari seratus ribu dan hanya saya letakkan di seberang tempat tidur, tapi cukup efektif untuk membuat saya produktif menyelesaikan tantangan blogging ini di hari pertama tantangan diberikan, hahaha    

Semoga 2 tips receh ini dapat bermanfaat bagi semua yang membaca yaa.. Supaya kita para mamah bisa lebih enjoy dalam melakukan rutinitas, hobi, atau pekerjaan lain di rumah kita sendiri. Makasih buat Mamah Anggun dan Mamah Echa yang sudah menginisiasi tema bulanan kali ini. Ga sabar rasanya untuk baca tips trik lainnya dari Mamah Gajah lain dalam Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan ini. 💓



Tuesday, January 10, 2023

2022 Recap ~~ and Getting Ready for 2023

 Walaupun tahun 2023 sudah berjalan 11 hari, namun tak ada salahnya untuk membuat rekapan tentang pengalaman di tahun 2022 lalu sekaligus persiapan target untuk tahun 2023.. Better late than never, right? Haha..

Alhamdulillah, yang tentunya harus selalu diucapkan, untuk semua peristiwa yang kualami tahun 2022. Tentu, setiap diri kita pasti ada pasang surut dan suka duka selama satu tahun.. Bagiku, kondisi pandemi yang semakin membaik, pindah rumah (lagi), Kakak yang mulai sekolah fullday dan adek juga mulai masuk sekolah, sekeluarga positif covid, dan masih banyak lagi tentunya yang terjadi sepanjang tahun lalu.. Tahun 2022 ini juga Alhamdulillah bisa bepergian ke luar kota karena covid sudah melandai dan bisa refresh sejenak (walaupun kalau bawa 2 anak mah sama aja sibuk ngurus anak ya, cuma beda pemandangan aja hehe)..

Dan di tahun 2022 juga salah satu impian receh saya bisa terpenuhi, yaitu mencoba rekaman di studio! Ada hikmahnya juga untuk menjadi pengurus di organisasi PWP (semacam dharma wanita nya istri pekerja di perusahaan suami), jadi bisa mencoba beragam hal baru dan punya pertemanan baru, dari mulai jadi moderator, buat video, rekaman+syuting video clip lagu, plus sepertinya sudah bisa jadi sarjana canva karena sering bikin ini itu di canva untuk keperluan organisasi :D

Ada banyak pelajaran yang saya dapatkan di tahun 2022, dan mungkin bisa diterapkan dan mudah-mudahan bisa ditingkatkan tahun 2023 ini, diantaranya:

1. Membuat target awal tahun 

Awal tahun 2022 lalu saya sempat membuat list keinginan untuk hal-hal yang ingin dilakukan selama 1 tahun. Walaupun beberapa dari target itu belum terpenuhi 100%, namun dengan adanya target ini saya jadi termotivasi untuk melakukan hal tersebut. Jangan buat target yang terlalu bombastis, sehingga hanya semangat di awal dan loyo di akhir. Dan target tersebut harus dituliskan, lebih baik lagi bila ditaruh di tempat yang bisa atau gampang terlihat. 


challenge from @bbbbookclub

2. Ikut komunitas (yang bermanfaat)

Saya pribadi bersyukur sekali tahun 2022 kemarin bisa bergabung dengan MGN (Mamah Gajah Ngbelog) dan juga PWP (Persatuan Wanita Patra). Walaupun mungkin tercepot-cepot mengikuti ritme keduanya, misal di MGN saya suka ketinggalan pembicaraan di telegram atau blogwalking, namun sebisa mungkin saya menjaga konsistensi untuk mengikuti semua Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog. Mudah-mudahan di tahun 2023 nanti konsistensi tersebut masih tetap terjaga, Aaamiin..

3. Belajar untuk menata emosi

Overall, penataan emosi saya di tahun 2022 sudah tidak separah tahun 2021 lalu. Namun, masih jauh dari kata cukup. Target tahun ini tentang emosi adalah sederhana: Anak-anak bahagia, Suami bahagia, dan Aku bahagia. Harus bisa menahan diri agar bisa jadi pribadi yang lebih cool, fun, happy daripada hari kemarin. Yuk, kita pasti bisa, Insya Allah. 

Efek mood liburan yang sudah lama tidak menulis blog sepertinya, masih kaku untuk merangkai kalimat, hehe.. Tapi mudah-mudahan sedikit tips diatas dapat berguna, Aamiin

Bismillah, kita bisa lebih baik lagi di tahun 2023 :)


Sunday, November 20, 2022

Keajaiban Tanah Haram

 Bicara tentang pengalaman di luar nalar, sesuai dengan tema Tantangan Ngeblog Mamah Gajah Ngeblog bulan November sekaligus tantangan yang terakhir di tahun ini, yang paling terpikirkan dan teringat adalah pengalaman ketika berada di Tanah Haram, tanah yang penuh dengan keajaiban, di kota Mekkah.

Saat itu kami sekeluarga sedang melakukan umroh. Setelah sebelumnya menghabiskan waktu beberapa hari di kota Madinah, rombongan kami memulai perjalanan ke kota Mekkah untuk melakukan umroh di Masjidil Haram. Saat itu aku masih kuliah dan belum menikah. Kami sekeluarga ber 5 termasuk orang tua dan kedua adik laki-lakiku, serta tante (teman ibuku) dan anaknya, termasuk dalam satu rombongan besar dari agen travel umroh. 

Adikku (yang setelahku langsung, kami panggil Kakang), adalah penyandang autisme. Saat itu dia masih SMA, sedangkan adikku (kami panggil Ade) yang paling kecil masih SMP. Mempunyai anggota keluarga yang autisme membuat keluarga kami selalu bersiaga. Bukan apa-apa, adikku ini sering sekali hilang. Sering sekali pergi sendiri bila pengawasannya lepas, tanpa bilang dulu (untuk kami ini hal yang wajar, karena yang ada dipikirannya hanyalah tempat yang ingin dia tuju). 

Singkat cerita, rombongan besar kami sampai di Mekkah, Begitu sampai di hotel, rombongan langsung bersiap untuk melakukan tawaf dan umroh pertama kami. Kondisi Masjidil Haram saat itu memang sedang penuh, walaupun tidak sepenuh saat musim haji. Tentu saja, saat itu kami belum mengetahui lewat jalan mana menuju Masjidil Haram (letak hotel kami agak jauh dari pintu Masjidil Haram), dimana letak atau posisi dari Kakbah, awal dan akhir tawaf, tempat Sai dan sebagainya. 

Untuk menuju ke Masjidil Haram, dari hotel kami harus melewati pasar. Kondisi saat itu, ramai. Saat itu aku, Abah (papa) dan Ade sudah berbagi tugas. Aku menjaga mama, dan Abah dan Ade menjaga Kakang. Bismillah, kami serombongan berangkat dari hotel menuju Kakbah.

Namun, hanya sekitar 10 menit setelah berangkat, sewaktu melewati pasar, Kakang hilang!

Sungguh, rasanya benar-benar campur aduk. Antara bingung, khawatir, kesal, heran, semua bercampur jadi satu. Abah dan Ade yang memegangi kakang sempat berhenti sebentar untuk membetulkan kain ihram Ade, dan hanya sesaat dari lepas penjagaan itu, Kakang langsung pergi sendiri. Entah kemana. 

Akhirnya rombongan berhenti dan beberapa orang dari rombongan kami membantu Abah dan Ade mencari Kakang di sekitar pasar. Tak ketemu. Setelah 10-15 menit setelahnya, ketua rombongan kami menghampiri kami untuk berdiskusi khawatir karena rombongan besar menjadi tertahan untuk melakukan umroh, padahal saat itu kondisi rombongan sudah capek setelah perjalanan dari Madinah, dan sudah malam (hampir tengah malam), mengejar waktu selesai umroh telah selesai sebelum waktu subuh tiba dan pencarian akan dilanjutkan oleh agen travel setelah umroh selesai dilakukan. Kami sangat mengerti hal tersebut dan kami pasrah.

Bayangkan, dari beribu-ribu orang yang berada di Masjidil Haram, mencari satu orang yang mungkin tidak sadar bahwa dirinya hilang, tidak bisa berkomunikasi dengan baik, mungkin juga tidak mencari kami, tidak pula membawa handphone, bagaimana?

begini kira-kira suasana malam itu. sumber foto: disini.

Selama tawaf, mama sudah lemas dan harus dipegangi di kanan-kirinya. Kemungkinan untuk Kakang tidak ketemu itu sangat besar. Ibu mana yang tak lemas kalau anaknya hilang dan mungkin tidak bisa bertemu lagi dengannya?

Setelah selesai tawaf dan melakukan shalat, aku ingat bahwa aku berdoa yang kira-kira intinya 'Jika ini memang terakhir kami bertemu Kakang, kami ikhlas. Namun jika tidak, pertemukanlah kami dengannya lagi'. Lantai ubin Kakbah yang berwarna putih saat itu terasa sangat sejuk, dan suasana sekitar Kakbah terasa sangat magical. Entah kenapa, saat itu aku merasa bahwa Kakang akan ketemu.

Setelah itu kami melakukan Sa'i diantara bukit Safa dan Marwah. Ketika kami telah selesai dan sedang berada di bukit Marwah, Masya Allah ada salah satu anggota rombongan kami yang berkata bahwa dia melihat Kakang di bukit lainnya. Allahu Akbar.. benar adanya. Kakang dibawa oleh anggota rombongan lainnya ke keluarga kami, lengkap dengan kepalanya yang sudah pitak disana-sini bekas tahalul. 

Begitu kami tanya dia, ternyata dia sudah melakukan umroh sendiri. Urutan-urutan dan tempat-tempatnya pun sesuai. Bagaimana dia bisa tahu? Bahkan aku pun kalau ga ikut rombongan sepertinya akan nyasar karena tempatnya yang sangat luas dan untuk diingat: baru pertama kali dia ke Masjidil Haram ini. Waktu ditanya lagi, 'kok bisa?' dia jawabnya 'diajarin malaikat'.

Mau heran tapi ini di Masjidil Haram....




Sunday, September 18, 2022

Jajan awet

Semenjak pandemi, kebanyakan orang telah beralih untuk berbelanja secara online. Dilansir dari berbagai sumber, jumlah nilai transaksi di berbagai market place pun selama pandemi ini melonjak drastis. Mulai dari kebutuhan sehari-hari, sayur mayur, perentilan rumah, sampai ke pakaian. Tentunya ada beberapa keuntungan namun juga ada beberapa kekurangan dari pembelanjaan online. Di satu sisi, kita tidak usah repot-repot pergi ke pasar, mini market, atau pusat pembelanjaan sehingga menghemat waktu, ongkos, biaya parkir, dsb. Di sisi lain, kita tidak tahu pasti kondisi barang yang akan kita beli (selain barang-barang dalam kemasan, ya). Misalnya dalam memesan sayur, kita tidak bisa memilih seperti kita memilih langsung di pasar atau di tukang sayur, terima saja apa yang dipilihkan dan dikirimkan oleh penjual. 

Begitu juga dengan pembelian pakaian. Selama pandemi ini, sepertinya sudah sering sekali kita berbelanja di market place. Apalagi selama pandemi ini, berat badan naik banyak banget jadi mau tidak mau harus beli baju baru karena baju lama sudah tidak muat. Harga yang ditawarkan di market place pun jauh lebih murah untuk barang yang sama bila dibandingkan dengan membeli di toko langsung. Terkadang suka heran juga dan punya pemikiran seperti ini: 'Apa benar ada baju seharga semurah ini? Apa tidak rugi ya? Ini harga bahannya berapa ya, belum ongkos jahitnya, kok bisa ya?' dan akhirnya penasaran dan berakhir dengan checkout di pesanan. Hehe. 

Mengingat ukuran badan yang sudah masuk kategori overweight, belanja pakaian terutama baju atau celana secara online tidak semudah dulu karena kebanyakan baju yang dijual secara 1 ukuran atau all/free size adalah ukuran untuk bb normal cenderung kurus. Untuk bahan-bahan pakaian pun, sekarang sudah sangat bermacam-macam. Untuk itu, diperlukan beberapa langkah atau trik  yang biasanya dilakukan atau perlu diperhatikan supaya pembelanjaan kita tidak jadi zonkk karena ukuran yang salah atau faktor lainnya. 

1. Jangan langsung terbuai foto

Foto yang ditampilkan oleh penjual di halaman penjualan mereka itu sudah tentu di setting sedemikian rupa sehingga 'menjual'. Sudah melewati proses styling photography tertentu, dikenakan oleh model yang berbodi ciamik, pencahayaan yang juga terkadang diatur. Bukan berarti tidak real pict, tapi ya kadang barang aslinya tidak sebagus hasil fotonya. Terkadang banyak juga apalagi untuk model-model pakaian yang sedang jadi trend, orang-orang ada yang hanya mencatut foto dari orang lain. Jadi, jangan langsung checkout, ya!

foto dari halaman penjual



2. Lihat deskripsi detailnya

Toko yang baik dan biasanya banyak peminatnya itu mempunyai deskripsi yang detail mulai dari ukurannya, bahan yang digunakan, dsb. Lihat ukurannya dan bandingkan dengan ukuran tubuh kita, kira-kira bisa muat atau tidak. 

deskripsinya bagus, ditulis secara mendetail



3. Review dari pembeli

Makin banyak ulasan dari pembeli terutama yang menyertakan foto, seharusnya berbanding lurus dengan kepercayaan akan barang yang ditawarkan. Kita juga akan lebih mudah untuk tahu detail dari barang yang akan kita beli dari review pembeli lain. Misalnya, dari bahan yang digunakan. Kita bisa cari foto dari pembeli yang memfoto dari jarak dekat sehingga bisa tahu kira-kira tekstur kainnya seperti apa, bahannya panas atau tidak, dsb. Warna-warna yang ditawarkan pun akan terlihat lebih 'real' di foto dari pembeli bila dibandingkan dengan foto utama dari penjual. 

Reviewnya ada banyak, klik di bagian 'Lihat semua' kemudian lanjutkan dengan klik 'dengan foto/video'

foto dari pembeli lain yang memperlihatkan tekstur pakaiannya


Satu tips lagi dari review pembeli: cari ulasan yang menyertakan bb / tb. Bila kita scroll sekilas, akan ada saja pembeli lain yang mereview dengan memberi tahu bb / tb nya berapa. Dengan ini, kita bisa jadi dapat bayangan, apakah kira-kira barang ini akan cocok di bb / tb kita atau tidak. 


foto dari pembeli yang mempunyai kisaran bb yang sama ketika bajunya dipakai


4. Ada harga ada barang

Turunkan ekspektasi kalau kita beli barang di marketplace, karena kita memang tidak tahu barang aslinya seperti apa. Kecuali di brand-brand yang memang mumpuni dan harganya juga menengah ke atas. Hehe. 

Jadi setelah checkout dengan menggunakan trik-trik diatas, hasil akhirnya adalah:

maapkan bajunya lecek blom di setrika hahaaa..
dengan bb overweight begini, jadi sering ga pede dan mesti pinter-pinter nyari baju supaya ga kliatan lemak dimana-mana, haha.. kamuflase 😆 

Lumayan banget untuk harga yang murah dan hanya effort jempol untuk membelinya. Hehe. Kalau ada benang-benang sisa yang belum terlepas, yasudah ya maafkan saja, huehehehe. Maklum, harga boba segelas sama harga baju ini lebih murah baju ini 😁

Step-step pembelian diatas ini juga bisa banget untuk diaplikasikan ke produk fashion yang harganya lebih mahal. Contoh di atas ini karena memang hobi dan suka penasaran aja dengan baju-baju yang harganya sangat terjangkau, kalau yang datang sesuai dengan ekspektasi (tentunya ga tinggi-tinggi banget ya harapannya hahaha), ya Alhamdulillah. Tapi kalau memang tidak muat atau kurang sreg, bisa opsi untuk dikasih ke yang lebih membutuhkan juga, hehee. Ada yang kalau belanja suka pakai cara seperti ini juga? Atau ada tips lain yang mumpuni untuk beli fashion online? Share yuk di komentar yaaa!

Semoga trik ini berguna ya untuk jajan awet dalam Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan September 2022. Selamat berbelanja!
  


Saturday, August 27, 2022

17 Agustus yang Meriah

 Mumpung masih di bulan Agustus dan Nulis Kompakan Mamah Gajah Ngeblog bulan ini bertema bebas, kali ini aku akan menuliskan pengalaman perayaan hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh di minggu lalu.

Menurutku, perayaan 17 Agustusan tahun ini berlangsung sangat meriah! Dari mulai tingkat negara di istana sampai ke acara di lingkungan rumah, dan juga kalau lihat postingan yang berseliweran di IG. 

Wajar saja, setelah 2 tahun pandemi dan apalagi tahun lalu 17 agustus datang masih dalam bayang-bayang gelombang Delta, Alhamdulillah tahun ini situasi (terasa) lebih kondusif dan orang-orang lebih berdamai dengan pandemi. Slogan perayaan kemerdekaan tahun ini yang berbunyi 'Pulih lebih cepat, Bangkit lebih kuat' pun terasa begitu positif dan menyemangati bangsa. 

Siaran langsung Upacara Bendera yang jadi tontonan wajib tahunan ini juga terasa lebih seru. Mulai dari Kirab Budaya (jujur aja kayaknya baru kali ini sih liatnya, karena tahun-tahun sebelumnya biasanya mulai nonton kalau sudah dekat jam 10, tahun ini tumben mantengin tv dari pagi hehehe), meriam dan Paskibraka (as always), iringan pesawat jet (yang sudah beberapa hari sebelumnya bolak balik terbang melintas di atas rumah), tarian dari Sulawesi (yang kebayang adalah mereka latihannya berapa bulan dan pasti seru naik pesawat bareng2 dari sulawesi buat perform di istana, hehe), Gita Bahana Nusantara yang arensemennya tahun ini pun terasa meriah (ada Alif Fakod! Kaltim pride!), dan walaupun sampai sekarang masih blum paham kenapa tamu undangan yth itu mesti joget sampai literally turun ke jalan (joget mah di kursi weh atuh.. kan judulnya jg masih upacara bukan konser *sewot*) ada penerjemah bahasa isyarat viral (seneng bgt krn profesi ini jadi makin dilihat, jadi inget tulisanku ttg BISINDO di sini.)

Di lingkungan rumahku sendiri, kami memutuskan untuk mengadakan perlombaan khas 17 Agustusan yang akan jadi memori masa kecil mereka. Kebetulan komplek kami ini bisa dibilang komplek tua (saya generasi ke 2 yang tinggal di RT sini), dan di jalan sini ada 3 keluarga generasi ke 2, tapi kalau di total anak2nya ada 10 orang dari 3 keluarga ini. Jadi sekalian disclaimer foto-foto dibawah ya, kenapa mereka ga maskeran, karena memang sudah setiap hari keluar masuk rumah Ibun - Mamah Tanti - Mama Sessy hehehe

seragam merah

Biar makin meriah dan nuansa merah-merahnya dapet, Mamah Tanti udah siapin seragam kaos merah untuk semua. Wah, makin kerasa suasana 17annya, apalagi di sekitar rumah Mamah Tanti dan Oma Ani sudah dipasang bendera merah putih plastik dari 2 minggu sebelumnya, jadi anak-anak makin excited!

Perlombaannya yaa ga jauh-jauh dari makan kerupuk, lomba masukkan bendera ke botol, lomba kelereng, nyanyi lagu Hari Merdeka, pokoknya lomba 17an pada umumnya deh, hehehe.. Dimulai dari setelah shalat ashar, sampai lomba penutupan abis adzan maghrib :D Hadiahnya yang melimpah ruah, dari 10 anak ini kita ortunya menyiapkan 110 kado hahaha.. Thanks to Shop** yah walaupun budgetnya ga besar, tapi bisa dapat banyak banget (yaiyalah.. orang harga hadiahnya aja ada yang 1000an, paling mahal kayaknya yoyo yang cuma 10ribuan xD ). Biar murah yang penting mereka senang, punya hadiah banyak banget dan waktu bagi hadiahnya udah kayak antri sembako haha

perlombaan pertama: makan kerupuk

tercyduk makan pake tangan


niat banget pakai bikin lintasan segala hehe


saking banyaknya kado sampai dibawa pakai kantong kresek


Alhamdulillah sangat berkesan perayaan 17 agustus tahun ini. Semoga anak-anak jadi makin cinta sama negaranya dan punya kenangan masa kecil positif yang menyenangkan 💓 

Dirgahayu Indonesia!