Monday, February 20, 2023

Tuesday with Morrie

 Sepertinya sudah lama dari terakhir kali mengisi Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog ya, ga terasa sudah hampir 3 bulan (2 bulan ga ada tantangan bulanan, plus yang februari ini sudah mepet deadline akhir bulan huehehe).. Rules tantangan bulanan tahun 2023 ini pun lebih seru, dan lebih banyak melibatkan para mamah blogger sekalian dari mulai tema sampai untuk reminder mamah yang lain juga.


Berbicara tentang tema bulan ini yaitu 'Buku bacaan yang berpengaruh', salah satu buku yang terpikir adalah buku Tuesday with Morrie, ditulis oleh Mitch Albom. Buku ini kubaca sekitar tahun 2007 lalu, dan mungkin merupakan buku bergenre self-help pertamaku yang sedikit banyak mengubah kepribadian dan pandanganku tentang hidup. Sebelum tahu bahwa ternyata buku ini adalah bestseller dan banyak tokoh yang juga memfavoritkan dan merekomendasikan buku ini, aku membeli buku ini berdasarkan 'feeling'. Haha. Aneh memang, terkadang aku memilih buku di toko buku berdasarkan feeling dan/atau cover (walaupun ada istilah don't judge the book by it's cover ya, hehe)


Buku Tuesday with Morrie, atau diterjemahkan sebagai Selasa bersama Morrie, mengisahkan tentang kisah dan pemikiran dari seorang Morrie Schwartz, seorang professor dari Brandeis University di Massachusetts. Morrie, yang didiagnosa terkena penyakit ALS atau Lou Gehring, menghabiskan setiap hari selasa bersama dengan mantan muridnya yaitu Mitch, untuk mengerjakan yang mereka sebut sebagai 'Tugas Akhir'. Berlangsung selama empat belas pekan dengan membahas pelajaran atau 'kuliah' yang berbeda setiap pekannya. Dan dari masing-masing pekan tersebut, selalu ada sesuatu yang dapat diresapi oleh para 'pengambil mata kuliah' atau penulis (dan juga para pembaca) buku ini.

Morrie Schwartz.
sumber: disini.

Salah satunya, buku ini mengajarkan bagaimana melihat sesuatu (bahkan yang tidak menyenangkan sekalipun) dari perspektif yang berbeda. Bagaimana menerima ketidakberdayaan, keputusasaan, dan mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Terlihat dari alur cerita yang menggambarkan secara detail perubahan (atau lebih tepatnya, kemerosotan kondisi) yang dialami oleh Morrie dari mulai awal sakit sampai akhirnya. Namun alih-alih meratapi kondisinya, Morrie memilih untuk melakukan sesuatu -berbagi pikiran dengan Mitch setiap selasa- sebagai cara untuk tetap 'hidup'.

Di lain pekan, buku ini juga menyadarkan untuk kita berdiam diri sebentar dari kehidupan yang serba sibuk, serba cepat. Melihat sekitar, menikmati keheningan sejenak. Dan juga bertanya pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan yang mungkin tidak pernah kita ajukan untuk diri kita, agar kita dapat lebih mengenal diri kita sendiri, lebih tahu apa yang sebenarnya kita mau atau kita butuhkan.



Morrie juga mengajarkan bagaimana untuk menerima semua emosi -marah, sedih, iri, putus asa, dan lainnya- dan melepaskannya. Di sisi lain, kehangatan dari Morrie kepada semua yang dikenalnya begitu terasa dalam buku ini,sehingga rasanya semua orang tidak akan canggung dalam mengekpresikan rasa sayang kepada Morrie karena sikapnya yang begitu terbuka.

Ada berbagai topik yang dibicarakan oleh Morrie dan Mitch antara lain tentang dunia, tentang kematian, tentang keluarga, tentang emosi, tentang menua, tentang uang, tentang cinta, tentang perkawinan, tentang budaya, tentang maaf, tentang hari baik, dan yang terakhir adalah tentang kata perpisahan.

Salah satu kutipan yang paling kusukai dari ucapan Morrie adalah:

'Ingat yang pernah kukatakan tentang mencari makna hidup? Aku telah mencatatnya, maka aku akan mengulangnya sekarang: Abadikan dirimu untuk mencintai sesama, abadikan dirimu kepada masyarakat sekitar, dan abadikan dirimu untuk menciptakan sesuatu yang mempunyai tujuan dan makna bagimu'

-dari Tuesday with Morrie, hal 134. 

Hampir semua kisah yang diceritakan di buku ini berisikan pelajaran dalam hidup, sesuai dengan judul bukunya yaitu 'Pelajaran tentang Makna Hidup'. Namun buku ini juga tidak terlalu 'berat' dan juga tidak terkesan menggurui, sehingga amat nyaman dalam membaca buku ini sembari memetik pelajaran-pelajaran yang terkandung di dalamnya. 

Aku merekomendasikan buku ini untuk siapapun. Ada banyak hal yang bisa diambil dari buku ini dan karena buku ini berdasarkan dari kisah nyata dari seorang professor psikologi yang tentunya telah mempunyai banyak pengalaman dalam hidup, hal tersebut bisa kita aplikasikan secara nyata. Buku ini bukan hanya sekedar buku 'self help' atau pengembangan diri, buku ini adalah pelajaran tentang makna hidup. :)


Saturday, January 28, 2023

Syukuran ulang tahun anti repot

Siapa yang dalam waktu dekat ini akan merayakan ulang tahun anak atau orang tercinta? Mungkin sedikit ide sewaktu merayakan ulang tahun Aisyah kecil-kecilan minggu lalu ini bisa ditiru, hehe.. 

Ulang tahun anak-anak di lingkungan rumah ini (yang cuma ber 8 anak dari 3 keluarga, hehe) memang biasanya dirayakan dengan sederhana dengan hanya makan-makan sewaktu jam main sore mereka. Namun, beberapa hari sebelum hari H, terpikir untuk membuat dekor atau balon di dinding yang polos di ruang tamu, supaya ada spot bagus untuk foto-foto. Dan setelah cek harga di marketplace, surpriseee, harganya ternyata tidak semahal yang dibayangkan!


Harga total untuk paket dekor balon hanya sekitar 50ribu rupiah, tapi mood rumah bisa langsung berubah. Tinggal tiup-tiup dan tempel-tempel, sangat praktis. Sesudah jadi properti foto pun, balon-balonnya bisa dibagikan atau dimainkan oleh anak-anak. Semua senang, ibuk senang dapat foto bagus, anak senang dapat mainan balon, bapak senang karena dekornya ga repot, daaan dompet juga senang karena ga jadi tipis 😛

Paket asli dari dekor di foto sebelumnya, ditambah dengan tirai foil.
Balon-balon sisanya sudah dicopot dan dimainkan anak-anak hehe 

Syukuran ulang tahun tak lengkap tanpa souvenir yang bisa dibawa pulang oleh anak-anak. Kalau jaman dulu waktu kita kecil, souvenir ini terbatas atau biasanya hanya plastik berisi jajanan, sekarang sudah banyak pilihan untuk souvenir yang affordable dan tentunya lebih bermanfaat untuk anak-anak. Misalnya, bisa souvenir berisi ATK, set tempat bekal, atau bisa juga yang menjadi pilihan untuk Aisyah kali ini: set cat dan patung gypsum. Sudah banyak di marketplace yang menjual pilihan souvenir seperti ini, tinggal pilih dan klik klik saja..

Paket cat gypsum, anak-anak di TK bahkan SD kelas dasar akan sukadengan paket semacam ini Insya Allah

Agar lebih cantik, souvenir tersebut bisa ditempel dengan customized sticker. Ada banyak format di canva, yang canva free pun banyak. Kemudian tinggal cetak stiker, jangan lupa pilih cetak stiker yang sudah termasuk cutting ya, supaya kita ga repot potong-potong stikernya lagi..

paket cat gypsum yang tadi, tinggal ditempel stiker, langsung jadi cantik dan hampers-able 

Dan agar semuanya terlihat lebih matching dan juga lebih memudahkan dalam memilih desain, sebaiknya di awal kita tentukan dulu tema untuk syukurannya apa. Contohnya, karena Aisyah sedang menyukai unicorn, jadi tema untuk temanya kali ini bertemakan Unicorn. Jadi, lebih mudah juga untuk memilih desain stiker dari ribuan stiker yang ada di canva.

Ide dekor dan souvenir di atas tidak terbatas hanya untuk ulang tahun saja. Ide dekor tersebut bisa juga dipakai ketika ada acara lain, misalnya baby shower, bridal shower, engagement party, dll.. Untuk souvenirnya sendiri, bisa digunakan ketika perpisahan atau kenaikan kelas, souvenir event di sekolah, hadiah lomba 17an, dan sebagainya! 

Semoga bermanfaat yaa,

dan selamat ulang tahun Aisyah! 💗










Thursday, January 19, 2023

Indomie goreng Kari

Mager cooking idea of today is.. Indomie Goreng Kari 😁 

Sudah tentu yaa varian mi instan apa aja dari merk yang satu ini enak-enak semua.. ga usah diapa-apain lagi ditambahin apa aja juga enakk.. ya apa yaa? hehe
Terinpirasi dari komen di salah satu influencer masak yaitu mbak Putri Habibie, yang bilang kalau perpaduan dari Indomie goreng dan Indomie rasa kari ayam itu enak banget.. dan ya, setelah diingat-ingat juga, dulu Indomie mengeluarkan varian indomie goreng kari, indomie goreng soto, dan satu lagi apa yaa lupa.. yang jelas varian yang biasanya dibuat rebus jadi dibuat versi gorengnya gitu, hehe..

Mumpung cuaca di Jakarta bagian coret ini mendukung untuk buat mi instan dan si princess masih bobok, mari kita buat indomie goreng kari dengan sedikit tambahan.

Indomie goreng Kari


Bahan: 
-1 Indomie goreng
-1 Indomie rasa kari ayam
-1/4 kol, potong bite sized
-cabe rawit hijau, sesuai tingkat kepedasan yang dimau
-sedikit minyak untuk menumis

Cara:
1. Rebus kedua mie sampai 1/2 matang kemudian tiriskan, jangan sampai kelembekan yaa
2. Tumis kol dan cabai rawit yang sudah dipotong-potong sampai kol layu
3. Masukkan mie yang sudah direbus tadi
4. Masukkan semua bumbu dari kedua mi
5. Aduk-aduk sampai merata

Simpel dan tentunya ngeunahh, sengaja ga pakai telur supaya rasanya tetap ringan. Kol nya juga menambah rasa renyah dan agar ada tekstur lain selain tekstur mi dari masakan. Cabainya, tentu dong ini yang bikin mata melek 😁

Dan ternyata selain persilangan goreng x kari ini, masih banyak juga yang suka dipadukan ataupun ditambahkan toping beraneka rupa. Ada yang punya resep mi instan unik lainnya? Yuk share di komen sesama penggemar mi instan hehehe

Selamat mencoba dan selamat makan! 😋😋