Tuesday, April 19, 2022

Menatap Senja

Dalam satu hari, sore merupakan waku favoritku. 

Ketika panasnya siang sudah mulai mereda, ketika semilir angin sepoi yang menyejukkan bertiup, ketika cahaya mulai temaram dan matahari mulai bergulir bersiap untuk tergantikan oleh kehadiran bulan.

Ketika rutinitas yang biasanya padat di pagi dan siang hari mulai usai dan ketika anak-anak komplek bermain berlarian di depan rumah-rumah. 

Dongakkan kepala dan lihatlah ke atas, betapa langit begitu luas, kadang dipenuhi awan beraneka bentuk, kadang seperti canvas kosong berwarna. Semburat jingga yang dipancarkan oleh matahari terbenam dipadu dengan birunya langit di kejauhan. Sering ku terbenam dalam pikiran, bagaimana rasanya bisa terbang ke atas sana, mengarungi keagungan itu dalam kesendirian, sunyi, sepi, dan mungkin menenangkan. 

Kualihkan pandangan ke bawah, dan melihat bunga-bunga liar kecil yang bertahan hidup tanpa ada yang menyemai. Namun sama indahnya dengan bunga-bunga mahal yang berharga puluhan atau ratusan ribu. Rumput-rumput dan pepohonan yang bergoyang ditiup oleh angin, seakan menari-nari pelan.

Menikmati senja mungkin merupakan waktu healingku dalam satu hari. Sejenak melepaskan diri dari kepenatan yang terjadi sedari pagi dan sekedar menarik napas untuk menyadari keindahan-keindahan yang diberikan sang Pencipta.


Pemandangan senja di komplek rumah sewaktu di Balikpapan,
tempat healingku selama pandemi melanda.
Langit Balikpapan yang selalu kurindukan :)

***

Ada satu lagu yang dulu dikenalkan oleh teman yang sering masih terngiang ketika sore hari tiba. Don't judge first because it's idol who sings it, but it has a good lyrics anyway, 

Lirik dari JKT 48 Apakah Kau Melihat Mentari Senja.

Merasakan angin di saat musim berganti
Dan menyadari bunga di sebelah kaki
Jika dapat mensyukuri keberadaan kecil itu
Kita dapat rasakan kebahagian


Apakah kau melihat langit mentari senja
Waktupun berlalu dan sosoknya
Terlihat begitu indah yes
Begitulah hari ini berakhir
Malam yang mengulang baru
Semua telah datang


bunga putri malu

***

Menatap langit, menikmati semilir angin, merasakan dan mensyukuri hal-hal kecil yang terjadi di sekeliling pada waktu senja tiba merupakan aktivitas yang kutunggu, bahkan kuperlukan. Walaupun tetap membersamai anak-anak bermain bersama teman-teman, kuluangkan waktu sekedar 5 menit untuk fokuskan diri kepada keheningan dalam diri. Setelah seharian bergulat dengan kehidupan di rumah yang penuh dengan bising, kuperlukan kesunyian itu untuk mengisi ulang stok kesabaran dalam menghadapi sisa hari. 

Pun ketika dulu masih bekerja di kampus, kusempatkan waktu sesaat untuk duduk diam di taman kampus sebelum pulang, karena ku tahu bahwa tidak ada lagi waktu menjadi 'aku' ketika sampai di rumah nanti. Agar ku bersiap untuk berganti peran menjadi ibu, istri, atau menantu. Sekadar (lagi-lagi) menatap langit, membaca beberapa halaman buku, atau memperhatikan orang-orang yang lalu lalang di jalan sambil menerka-nerka, apa yang sedang ada dalam pikiran mereka sore ini?


Semburat senja jingga


***

Akan kuajak dirimu wahai pembaca untuk menikmati senjamu hari ini. 

Apakah kau sudah melihat langit?

Apakah kau sudah merasakan semilir angin?

Apakah kau dapat menemukan bunga-bunga liar di sekitar trotoar yang mungkin biasanya luput dari pandangan matamu ketika berjalan?

Apakah kau sudah memberikan waktu kepada dirimu sendiri hari ini?

Mari kita lihat. Mari kita temukan. Temukan langit, angin, bunga, dan waktu. Mari kita syukuri keberadaan mereka agar kita dapat mensyukuri keberadaan kita dan keberadaan apa-apa yang kita miliki. 

***

Sore ini hujan. Tidak mengapa. 

Entah itu cerah, mendung, hujan, akan kunikmati sore ini seperti sore-sore sebelumnya. 

***

Tulisan ini dibuat untuk memenuhi Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan April.

Selamat menikmati senja, Mamah :)












26 comments:

  1. Sejenak melepaskan diri dari tuntutan lingkungan dengan menatap senja cukup menenangkan jiwa yah. Kita malah merasa lebih rileks dan menerawang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuul bu hani 😍 bikin pikiran menerawang kemana mana hehehee

      Delete
  2. Langit Balikpapan memang juara, minim polusi, jarang banget ga cantik. Favoritku juga dulu, liat sunset di sekitaran Klandasan, jaman masih ngekost disana hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Teh mayy iyaa betul teehh.. sunset di pantai kemala atau pantai patra atau ke melawai deket pelabuhan sambil jajan.. de best sih balikpapan 😍

      Delete
  3. suukaaa ... senja itu indah.
    teh Aity fotonya pas banget itu matahari semburat jingga dari sela dedaunan kereeeennnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Allah iya teh dewi.. Alhamdulillah pas dapet momennya buat ngecekrek fotonyaa.. hehe

      Delete
  4. Bentar bentar... Ini hobinya melihat senja atau berpuisi teh?... 🤔
    Manis sekali tulisannya... 😍😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahaha teh alfi, iya nih entah knp pas lagi mood mellow mellow jadi aja bikin tulisannya ini 😁

      Delete
  5. Saya juga suka memandang senja. Kombinasi warnanya selalu berubah tapi juga selalu indah. Tak sedikit pemandangan langit senja yang saya tangkap dalam layar foto. Merah muda semburat ungu, atau jingga kemerahan dengan matahari bulat sempurna. Semuanya indah... alhamdulillah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss tetehh.. di hp sy juga banyak foto senjaa.. ngepost story instagram jg sering foto langit hehehee

      Delete
  6. Masya Allah, tidak ada yang mengalahkan indahnya alam ciptaanNya. :)

    There's nothing like a beautiful sunset to end a healthy day...

    Saya kok jadi pingin ikutan Mamah Aity ya. Rumah saya tertutup, jadi rada magee kalau mau keluar menikmati senja. Pastinya worth it lah ya rela keluar rumah untuk melihat sunset. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuuk mah uril, sore2 keluar rumah barang 5 sampai 10 menitaan aja buat menikmati senja :)

      Delete
  7. Iya juga, seandainya rumah di tempat tinggi enak banget melihat matahari terbit dan turun ya. Healing time banget dan damai rasanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi kebayang punya rumah di bandung atas tehh.. kl pagi dingin2 lihat matahari terbit sambil seruput kopi.. kl sore lihat sunset sambil minum kopi susu ❤️❤️

      Delete
  8. Cara nulis blognya romantis banget teh, sesuai dengan aktivitas fav nya memandang senja.

    ReplyDelete
  9. Teteh hobinya mirip denganku tapi teteh lebih romantis haha. Aku tertohok dengan kalimat "Agar ku bersiap untuk berganti peran menjadi ibu, istri, atau menantu", karena aku juga suka begitu. Mengambil jeda 5-10 menit setelah kerja. Menyiapkan mental buat pulang ke rumah haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Teh restuu iyaah bener tehh, aku juga baca blognya teteh dan kita miripp hobinya 😍 the art of doing nothing ya tehh hehehehe

      Delete
  10. Bener teh! kita tuh suka terlalu sibuk sampai nggak sempat mendongakkan kepala untuk melihat langit. padahal langit itu indah sekali dan menjadi saksi kebesaran Tuhan dan keindahan bumi yang kita tempati ini.
    harus selalu ingat untuk melihat ke tempat lain selain cucian yang numpuk ya teh.. biar bisa bersyukur.
    makasih teh tulisannya, jadi reminder banget!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sami sami teehh 😍
      Aduh bener itu mah cucian baju ama piring kayaknya ga ada abisnya yaah tiap hari hihihi

      Delete
  11. Sama Teh, aku juga penikmat senja. Dan karena hobiku adalah berlari maka aku sering berlari di kala sore sambil menikmati senja, sampai dijuluki "pelari senja" oleh teman-teman 😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah teeh mantapp jadi pelari senja 😍 pingiinn sekali bisa kyk teteh rajin pisan olahraganya kyk cerita di blognya teteh hehee

      Delete
  12. aku kok malah auto inget lagu: Ingin kulukis senja... eh bener ga tuh yah. Aku baca tulisan ini pas udah gelap di luar, tapi ini jadi pengingat emang biar jangan diam aja di dalam rumah, tapi liatlah ke angkasa, siapa tau ada UFO datang #eh, bukan maksudnya supaya bersyukur kalau waktu istirahat segera tiba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ufo! 🤣🤣🤣 teh risna atuhh ada2 aja hihihi..

      Delete
  13. Cantik banget teh, foto-foto senjanya... Saya jarang bisa menikmati senja...

    ReplyDelete
  14. Dari tulisan ini aku menduga kalau teh Aity orang yang puitis dan suka berkontemplasi. Hehe ....

    ReplyDelete