Wednesday, April 5, 2023

Gaudi di Barcelona

Tema Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan ini sepertinya akan membawa para blog readers untuk berjalan-jalan baik domestik maupun berkeliling dunia. Seru sekali, ya! Kebetulan ide tantangan bulan ini terpilih ideku yaitu 'Landmark kota yang ingin/sudah pernah dikunjungi', karena pasti akan ada banyak sekali tempat-tempat indah di dunia yang ingin kita kunjungi. Dan momennya pun sepertinya pas karena sebentar lagi akan ada liburan Lebaran dan juga libur kenaikan akhir tahun. Dengan blogwalking di blognya para penyetor tantangan, siapa tau kita jadi bisa terinpirasi mau liburan kemana ya, mah :) 

Saking banyaknya wish list dari kota-kota yang ingin dikunjungi, awalnya sempat bingung mau menulis yang mana.. sampai pada akhirnya, baru ingat kalau punya buku di rak yang berjudul: Gaudí , Toute L'Architecture.  



Barcelona, yang terletak di bagian selatan negara Spanyol, bukan hanya terkenal oleh sepakbolanya yang meriah. Namun, di kota ini juga sangat kental dengan sentuhan artistik Antoni Gaudí, sang arsitek kenamaan yang mempopulerkan Modernisme Catalunya. Beberapa karya Gaudí di Barcelona yang dikenal di dunia antara lain: Sagrada Familia, Park Guell, Casa Battló, dan masih banyak lagi. Bangunan tersebut sekarang menjadi obyek wisata yang selalu ramai dikunjungi orang. Bahkan ada tour khusus yang mengunjungi bangunan-bangunan yang didirikan oleh Gaudí. 

Karya-karya Gaudí sangat indah dan mempunyai detail yang sangat mengagumkan. Hal yang menarik perhatian selain dari bentuk bangunannya itu sendiri adalah permainan warna dari pecahan keramik dan kaca. Begitu pula dengan detail dari pahatan kayu dan besi tempa yang menghasilkan pola-pola indah. Tak heran jika masing-masing dari karya Gaudí membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pengerjaannya. Psstt, fun facts: Sagrada Familia belum selesai pembangunannya sampai sekarang, loh!

Salah satu landmark karya Gaudí yang paling saya suka adalah Park Guell. Kata Guell diambil dari nama pemilik awalnya yaitu Eusebi Guell, seorang penggemar berat karya Gaudí, yang terinpirasi untuk membuat taman seperti taman-taman di Inggris. Waktu awal pembangunan, tidak ada taman hijau seperti itu di kota. Sekarang, Park Guell merupakan salah satu taman hijau terluas di Barcelona dengan pohon-pohon yang ditanam oleh Gaudí bersamaan selama pembangunan Park Guell tersebut. Pembangunan taman itu sendiri dibangun mulai tahun 1900 dan memakan waktu 14 tahun.

Di Park Guell ini, kita bisa terkesima dengan permainan warna dan pola yang dibentuk dari pecahan-pecahan keramik yang ditempel. Dari mulai bench atau tempat duduk yang panjang mengelilingi taman, hiasan di langit-langit teras, hingga ke patung-patung yang terdapat disana, hampir semua menggunakan pecahan keramik yang menjadi salah satu ciri khas Gaudí.

Bench di Park Guell. Bench ini sangat panjang dan meliuk-liuk disekitar taman.

Beberapa detail dari pola yang dibentuk oleh pecahan keramik di Park Guell.
Diambil dari buku Gaudí (Rainer Zerbst, 2012)

Langit-langit yang berwarna putihnya ini bukan semen atau cat,
tapi tempelan pecahan keramik juga!

Selain Park Guell, Landmark utama dari kota Barcelona tak lain tak bukan adalah Sagrada Familia. Bangunan ini merupakan Masterpiece dari Antoni Gaudí yang direncanakan terdiri dari 18 menara dengan 3 fasad bangunan. Walaupun pernah kesana pada tahun 2013, rasanya ingin sekali mengunjungi lagi karena penasaran dengan penampilan final bangunan ini ketika sudah selesai dibangun nanti, 

Sagrada Familia tampak depan.
Diambil dari buku Gaudí (Rainer Zerbst, 2012)

Sagrada Familia pada tahun 2021. Masih terdapat crane untuk pembangunan.
Sumber: Wikipedia

Sagrada Familia circa 2013, spring break.
Jaman masih bisa keliling bedua belum riweuh ama bocah wkwks

Sagrada Familia merupakan gereja yang dibangun mulai dari tahun 1882-sampai sekarang. Dengan inspirasi Gothic, gereja besar ini dapat menampung lebih dari 1500 orang dan 5 organ. Rasa megah di dalam ruangannya begitu terasa dengan langit-langit yang tinggi. Detail bangunannya bukan hanya didalam ruangan, namun di sepanjang dinding luar penuh oleh pahatan, patung, penempatan batu-batuan dan juga keramik dan kaca. Gaudí sendiri bukanlah arsitek awal dari pembangunan gereja ini, melainkan Francisco de Paula del Villar, yang mengundurkan diri setahun kemudian dan baru diambil alih oleh Gaudí yang bertanggung jawab untuk desain Sagrada Familia. 

Rancangan Sagrada Familia. 
Diambil dari buku Gaudí (Rainer Zerbst, 2012)
 
Detail dari eksterior Sagrada Familia. 
Diambil dari buku Gaudí (Rainer Zerbst, 2012)

Suasana di dalam Sagrada Familia yang berwarna warni bila kacanya tesinari matahari.

Baik di Sagrada Familia, Casa Battlo maupun Park Guell terdapat fasilitas informasi berbahasa inggris melalui headphone, jadi keterangan mengenai bagian-bagian tempat tersebut dapat kita pelajari dan bisa lebih dikagumi. Akses dan akomodasinya pun mudah karena merupakan tourist attraction. Menurut wikipedia, Sagrada Familia direncanakan selesai tahun 2026 walaupun ada kemungkinan mundur karena pandemi melanda, seabad lebih dari mulai awal pembangunannya. 

Sagrada Familia merupakan karya terakhir Gaudí sebelum ia meninggal. Walaupun pada saat itu karya-karya Gaudí sudah dikenal dan dihormati oleh orang-orang di Barcelona, namun ironisnya hanya sedikit orang yang mengenali sosok Gaudí itu sendiri, sehingga ketika ia tertabrak trem ia tidak langsung ditolong oleh orang dan memperparah kondisinya karena tidak mendapatkan penanganan tepat waktu. Sedih sekali, ya!



Berkat tantangan blogging kali ini, jadi membawa flashback ke trip jaman dulu dan sukses membuka fb lagi setelah sekian lama untuk mencari foto-foto (karena di komputer ga nemu fotonya, hikss).. Jadi pardon me ya kalau di fotonya banyak mukaku dan muka suamik muncul, hehehehe.. Tak sabar untuk jalan-jalan virtual via blog menyusuri landmark-landmark yang direkomendasi teman-teman MGN semua. This month's blogwalking will be fun! 💓



 


Wednesday, March 1, 2023

Daily life of Pengacara (Pengangguran Banyak Acara)

 Heeii, jangan senewen dulu dengan kata Pengacara 😄

Pengacara adalah nama grup WA sewaktu saya masih merantau di kota Balikpapan, yang isinya (waktu itu) ibu-ibu rumah tangga muda dengan balita dan berteman melalui pertemanan para suami di kantor. Namanya juga orang rantau, jadi seringnya bertemu dengan mereka lagi-mereka lagi karena merasa senasib sepenanggungan. Tapi walaupun semua IRT, kita mencari-cari kesibukan bersama-sama supaya tidak kesepian di kota orang, mulai dari mengaji bareng, sarapan bareng, antar anak renang bareng, ngemall bareng, arisan bareng, dan acara-acara lainnya.

Setelah pulang dari rantau dan anak memasuki usia sekolah dasar, ternyata menjadi irt merangkap anjas ini juga banyak kesibukannya. Kumpul korlas, arisan mom's, antar anak ekskul, apalagi kalau anaknya 2 trus jadwalnya beda, arisan RT, belum lagi kalau diminta jadi pengurus dharma wanita dari kantor suami (kok lama-lama jadi berbau curcol yah ini hahaha). 

Makanya, saya senang sekali dengan yang namanya tips dan trik atau bahasa kerennya life hacks, untuk menunjang kehidupan irt ambisius yang (sok) sibuk seperti saya. Haha. Ada beberapa buku di koleksi lemari buku kami yang bertemakan tentang berbagai tips, mulai dari tips trik urusan receh sehari-hari, tips supaya bahagia, tips supaya anak rajin shalat, tips menjadi ibu berdaya, dll dll walaupun banyak yang belum dipraktekkan karena mager. Di instagram pun banyak sekali postingan yang di save, mulai dari food prep, bebersih rumah, sampai tips trik parenting  yang malah seringnya bikin jadi insecure karena kok rasanya syulit diterapkan dirumah sendiri.

Salah satu buku tips yang ada di lemari. 

But at least, ada 2 hal yang sering atau sudah dilakukan dan Alhamdulillah bermanfaat untuk kehectican rutinitas sehari-hari, yaitu:

1. Menulis yang harus dikerjakan

Baik itu ibu rumah tangga, ibu kantoran, ibu freelancer, pasti semua ibu itu sibuk dengan porsi yang berbeda-beda. Ada banyak meme mengenai ini yang berseliweran di ig, yang menggambarkan bagaimana otak atau pikiran seorang ibu itu rasanya seperti to do list yang tidak ada habisnya. Betul atau betul nih buibuu??? 

Jika hal-hal yang harus dilakukan itu merupakan hal yang biasa dilakukan sehari-hari misal: mandiin anak, ngasih makan anak, dsb ya itu sih ga harus ditulis karena hanya panjang-panjangin list nya aja hehe.. Namun jika ada schedule tertentu, apalagi kegiatannya bertumpuk, yang membuat rasanya pikiran ini ruwet banget, coba deh, untuk tuliskan satu persatu dan susun berdasarkan prioritas dan/atau waktu untuk mengerjakannya. Dengan menuliskannya, sedikit banyak akan membuat keruwetan di otak kita akan terurai dan kita bisa mengerjakannya satu demi satu dengan lebih fokus dan efisien. Apalagi kalau kita berhasil menyelesaikan satu pekerjaan dan menceklis atau mencoret tugas dari daftar tersebut, sepertinya ada kepuasan tersendiri. 

to do list waktu persiapan ulang tahun adek.
pekerjaan-pekerjaannya simpel, tapi karena harus dikerjakan dalam satu hari jadi membuat lumayan otak ngehang kalau tidak ditulis :D

2. Membuat tempat khusus untuk bekerja di rumah. 

Bekerja disini bukan dalam artian pekerja kantor yang harus WFH sehingga harus membuat tempat untuk bekerja, itu sih sudah jelas ya hehe. Namun 'bekerja' disini lebih kepada para semua ibu yang mempunyai hobi, atau ibu freelancer/ mempunyai usaha rumahan. Saya terinspirasi dari suatu buku yang memberikan tips untuk mensetting satu tempat khusus untuk dijadikan 'kantor'. Tidak harus ruangan khusus atau terpisah, cukup dengan satu space atau tempat yang ketika kita berada di tempat tersebut, pikiran kita akan otomatis berpikir bahwa kita pergi 'kerja'.

Buku yang menginspirasi saya untuk membuat 'home office'

Dan bagi saya, hal tersebut cukup membuat saya menjadi jauh lebih produktif. Sebagai contoh, untuk saya yang ngakunya hobi ngeblog dan juga sebagai bendahara di suatu organisasi, setelah akhirnya saya memutuskan untuk membeli meja kecil dan mengatur tata letak laptop dan peralatan atknya disini, saya merasa lebih bersemangat dalam menulis blog atau melakukan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan komputer. Sebelumnya, karena belum punya meja sendiri (biasanya pakai meja lipat atau pakai meja belajar anak), saya harus mengumpulkan cukup niat terlebih dahulu untuk sekedar membuka laptop. Hehe. 

Hal ini juga berlaku untuk hobi yang lain. Misalnya kita suka untuk melukis, kita bisa setting tempat misalnya dipojokan untuk menaruh stand kanvas dan meja kecil untuk menaruh cat dan kuas. Kebalikan dari contoh-contoh diatas, jika kita belum menyiapkan tempat untuk 'bekerja', niscaya hobi kita pun akan meredup. Contohnya adalah dulu saya senang sekali memasak, namun semenjak pindahan saya belum mensetting tempat untuk menaruh mixer, peralatan baking, dll, dan walhasil sekarang jadinya sering gofood. (Alesan aja itu mah ya 😛)

Yang jelas, pengaturan tempat ini tidak perlu furnitur yang mahal. Pakai yang ada di rumah pun bisa. Tempatnya pun tidak perlu luas, yang penting cukup nyaman. Meja yang saya pakai untuk menulis blogpost ini hanya berharga kurang dari seratus ribu dan hanya saya letakkan di seberang tempat tidur, tapi cukup efektif untuk membuat saya produktif menyelesaikan tantangan blogging ini di hari pertama tantangan diberikan, hahaha    

Semoga 2 tips receh ini dapat bermanfaat bagi semua yang membaca yaa.. Supaya kita para mamah bisa lebih enjoy dalam melakukan rutinitas, hobi, atau pekerjaan lain di rumah kita sendiri. Makasih buat Mamah Anggun dan Mamah Echa yang sudah menginisiasi tema bulanan kali ini. Ga sabar rasanya untuk baca tips trik lainnya dari Mamah Gajah lain dalam Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan ini. 💓



Monday, February 20, 2023

Tuesday with Morrie

 Sepertinya sudah lama dari terakhir kali mengisi Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog ya, ga terasa sudah hampir 3 bulan (2 bulan ga ada tantangan bulanan, plus yang februari ini sudah mepet deadline akhir bulan huehehe).. Rules tantangan bulanan tahun 2023 ini pun lebih seru, dan lebih banyak melibatkan para mamah blogger sekalian dari mulai tema sampai untuk reminder mamah yang lain juga.


Berbicara tentang tema bulan ini yaitu 'Buku bacaan yang berpengaruh', salah satu buku yang terpikir adalah buku Tuesday with Morrie, ditulis oleh Mitch Albom. Buku ini kubaca sekitar tahun 2007 lalu, dan mungkin merupakan buku bergenre self-help pertamaku yang sedikit banyak mengubah kepribadian dan pandanganku tentang hidup. Sebelum tahu bahwa ternyata buku ini adalah bestseller dan banyak tokoh yang juga memfavoritkan dan merekomendasikan buku ini, aku membeli buku ini berdasarkan 'feeling'. Haha. Aneh memang, terkadang aku memilih buku di toko buku berdasarkan feeling dan/atau cover (walaupun ada istilah don't judge the book by it's cover ya, hehe)


Buku Tuesday with Morrie, atau diterjemahkan sebagai Selasa bersama Morrie, mengisahkan tentang kisah dan pemikiran dari seorang Morrie Schwartz, seorang professor dari Brandeis University di Massachusetts. Morrie, yang didiagnosa terkena penyakit ALS atau Lou Gehring, menghabiskan setiap hari selasa bersama dengan mantan muridnya yaitu Mitch, untuk mengerjakan yang mereka sebut sebagai 'Tugas Akhir'. Berlangsung selama empat belas pekan dengan membahas pelajaran atau 'kuliah' yang berbeda setiap pekannya. Dan dari masing-masing pekan tersebut, selalu ada sesuatu yang dapat diresapi oleh para 'pengambil mata kuliah' atau penulis (dan juga para pembaca) buku ini.

Morrie Schwartz.
sumber: disini.

Salah satunya, buku ini mengajarkan bagaimana melihat sesuatu (bahkan yang tidak menyenangkan sekalipun) dari perspektif yang berbeda. Bagaimana menerima ketidakberdayaan, keputusasaan, dan mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Terlihat dari alur cerita yang menggambarkan secara detail perubahan (atau lebih tepatnya, kemerosotan kondisi) yang dialami oleh Morrie dari mulai awal sakit sampai akhirnya. Namun alih-alih meratapi kondisinya, Morrie memilih untuk melakukan sesuatu -berbagi pikiran dengan Mitch setiap selasa- sebagai cara untuk tetap 'hidup'.

Di lain pekan, buku ini juga menyadarkan untuk kita berdiam diri sebentar dari kehidupan yang serba sibuk, serba cepat. Melihat sekitar, menikmati keheningan sejenak. Dan juga bertanya pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan yang mungkin tidak pernah kita ajukan untuk diri kita, agar kita dapat lebih mengenal diri kita sendiri, lebih tahu apa yang sebenarnya kita mau atau kita butuhkan.



Morrie juga mengajarkan bagaimana untuk menerima semua emosi -marah, sedih, iri, putus asa, dan lainnya- dan melepaskannya. Di sisi lain, kehangatan dari Morrie kepada semua yang dikenalnya begitu terasa dalam buku ini,sehingga rasanya semua orang tidak akan canggung dalam mengekpresikan rasa sayang kepada Morrie karena sikapnya yang begitu terbuka.

Ada berbagai topik yang dibicarakan oleh Morrie dan Mitch antara lain tentang dunia, tentang kematian, tentang keluarga, tentang emosi, tentang menua, tentang uang, tentang cinta, tentang perkawinan, tentang budaya, tentang maaf, tentang hari baik, dan yang terakhir adalah tentang kata perpisahan.

Salah satu kutipan yang paling kusukai dari ucapan Morrie adalah:

'Ingat yang pernah kukatakan tentang mencari makna hidup? Aku telah mencatatnya, maka aku akan mengulangnya sekarang: Abadikan dirimu untuk mencintai sesama, abadikan dirimu kepada masyarakat sekitar, dan abadikan dirimu untuk menciptakan sesuatu yang mempunyai tujuan dan makna bagimu'

-dari Tuesday with Morrie, hal 134. 

Hampir semua kisah yang diceritakan di buku ini berisikan pelajaran dalam hidup, sesuai dengan judul bukunya yaitu 'Pelajaran tentang Makna Hidup'. Namun buku ini juga tidak terlalu 'berat' dan juga tidak terkesan menggurui, sehingga amat nyaman dalam membaca buku ini sembari memetik pelajaran-pelajaran yang terkandung di dalamnya. 

Aku merekomendasikan buku ini untuk siapapun. Ada banyak hal yang bisa diambil dari buku ini dan karena buku ini berdasarkan dari kisah nyata dari seorang professor psikologi yang tentunya telah mempunyai banyak pengalaman dalam hidup, hal tersebut bisa kita aplikasikan secara nyata. Buku ini bukan hanya sekedar buku 'self help' atau pengembangan diri, buku ini adalah pelajaran tentang makna hidup. :)