Sunday, November 20, 2022

Keajaiban Tanah Haram

 Bicara tentang pengalaman di luar nalar, sesuai dengan tema Tantangan Ngeblog Mamah Gajah Ngeblog bulan November sekaligus tantangan yang terakhir di tahun ini, yang paling terpikirkan dan teringat adalah pengalaman ketika berada di Tanah Haram, tanah yang penuh dengan keajaiban, di kota Mekkah.

Saat itu kami sekeluarga sedang melakukan umroh. Setelah sebelumnya menghabiskan waktu beberapa hari di kota Madinah, rombongan kami memulai perjalanan ke kota Mekkah untuk melakukan umroh di Masjidil Haram. Saat itu aku masih kuliah dan belum menikah. Kami sekeluarga ber 5 termasuk orang tua dan kedua adik laki-lakiku, serta tante (teman ibuku) dan anaknya, termasuk dalam satu rombongan besar dari agen travel umroh. 

Adikku (yang setelahku langsung, kami panggil Kakang), adalah penyandang autisme. Saat itu dia masih SMA, sedangkan adikku (kami panggil Ade) yang paling kecil masih SMP. Mempunyai anggota keluarga yang autisme membuat keluarga kami selalu bersiaga. Bukan apa-apa, adikku ini sering sekali hilang. Sering sekali pergi sendiri bila pengawasannya lepas, tanpa bilang dulu (untuk kami ini hal yang wajar, karena yang ada dipikirannya hanyalah tempat yang ingin dia tuju). 

Singkat cerita, rombongan besar kami sampai di Mekkah, Begitu sampai di hotel, rombongan langsung bersiap untuk melakukan tawaf dan umroh pertama kami. Kondisi Masjidil Haram saat itu memang sedang penuh, walaupun tidak sepenuh saat musim haji. Tentu saja, saat itu kami belum mengetahui lewat jalan mana menuju Masjidil Haram (letak hotel kami agak jauh dari pintu Masjidil Haram), dimana letak atau posisi dari Kakbah, awal dan akhir tawaf, tempat Sai dan sebagainya. 

Untuk menuju ke Masjidil Haram, dari hotel kami harus melewati pasar. Kondisi saat itu, ramai. Saat itu aku, Abah (papa) dan Ade sudah berbagi tugas. Aku menjaga mama, dan Abah dan Ade menjaga Kakang. Bismillah, kami serombongan berangkat dari hotel menuju Kakbah.

Namun, hanya sekitar 10 menit setelah berangkat, sewaktu melewati pasar, Kakang hilang!

Sungguh, rasanya benar-benar campur aduk. Antara bingung, khawatir, kesal, heran, semua bercampur jadi satu. Abah dan Ade yang memegangi kakang sempat berhenti sebentar untuk membetulkan kain ihram Ade, dan hanya sesaat dari lepas penjagaan itu, Kakang langsung pergi sendiri. Entah kemana. 

Akhirnya rombongan berhenti dan beberapa orang dari rombongan kami membantu Abah dan Ade mencari Kakang di sekitar pasar. Tak ketemu. Setelah 10-15 menit setelahnya, ketua rombongan kami menghampiri kami untuk berdiskusi khawatir karena rombongan besar menjadi tertahan untuk melakukan umroh, padahal saat itu kondisi rombongan sudah capek setelah perjalanan dari Madinah, dan sudah malam (hampir tengah malam), mengejar waktu selesai umroh telah selesai sebelum waktu subuh tiba dan pencarian akan dilanjutkan oleh agen travel setelah umroh selesai dilakukan. Kami sangat mengerti hal tersebut dan kami pasrah.

Bayangkan, dari beribu-ribu orang yang berada di Masjidil Haram, mencari satu orang yang mungkin tidak sadar bahwa dirinya hilang, tidak bisa berkomunikasi dengan baik, mungkin juga tidak mencari kami, tidak pula membawa handphone, bagaimana?

begini kira-kira suasana malam itu. sumber foto: disini.

Selama tawaf, mama sudah lemas dan harus dipegangi di kanan-kirinya. Kemungkinan untuk Kakang tidak ketemu itu sangat besar. Ibu mana yang tak lemas kalau anaknya hilang dan mungkin tidak bisa bertemu lagi dengannya?

Setelah selesai tawaf dan melakukan shalat, aku ingat bahwa aku berdoa yang kira-kira intinya 'Jika ini memang terakhir kami bertemu Kakang, kami ikhlas. Namun jika tidak, pertemukanlah kami dengannya lagi'. Lantai ubin Kakbah yang berwarna putih saat itu terasa sangat sejuk, dan suasana sekitar Kakbah terasa sangat magical. Entah kenapa, saat itu aku merasa bahwa Kakang akan ketemu.

Setelah itu kami melakukan Sa'i diantara bukit Safa dan Marwah. Ketika kami telah selesai dan sedang berada di bukit Marwah, Masya Allah ada salah satu anggota rombongan kami yang berkata bahwa dia melihat Kakang di bukit lainnya. Allahu Akbar.. benar adanya. Kakang dibawa oleh anggota rombongan lainnya ke keluarga kami, lengkap dengan kepalanya yang sudah pitak disana-sini bekas tahalul. 

Begitu kami tanya dia, ternyata dia sudah melakukan umroh sendiri. Urutan-urutan dan tempat-tempatnya pun sesuai. Bagaimana dia bisa tahu? Bahkan aku pun kalau ga ikut rombongan sepertinya akan nyasar karena tempatnya yang sangat luas dan untuk diingat: baru pertama kali dia ke Masjidil Haram ini. Waktu ditanya lagi, 'kok bisa?' dia jawabnya 'diajarin malaikat'.

Mau heran tapi ini di Masjidil Haram....




Thursday, October 20, 2022

Segelas Kopi untuk Semua

Apa yang istimewa tentang 'kopi'?

Bukan hanya arabian night, tapi sepertinya ada 1001 hal yang bisa diceritakan tentang kopi. Tentang asal usulnya, tentang bermacam-macam biji kopinya, tentang tempat penanamannya, tentang harganya, cara pembuatannya, efek sosial yang ditimbulkannya, dan tentunya masih banyak lagi cakupan yang dapat dibicarakan dari kopi. 

Namun kali ini, biarlah kita bicara dari sisi 'rasa'. Bukan, bukan tentang rasa manis, pahit, asam, atau terkadang gurih. Tapi dari 'rasa' yang dihasilkan ketika kita meminum kopi. Rasa nyaman yang dirasakan ketika kopi ini diminum oleh para penikmat kopi ini. Entah kehangatan atau kesegaran, bergantung pada situasi ketika kopi itu diminum.

Tapi, sebenarnya apa yang menghasilkan rasa nyaman itu? 
Mungkin, bukan tentang jenis kopi yang berbanding lurus dengan harga dari kopi itu sendiri.

Beberapa orang memang merasakan kenikmatan ketika meminum kopi, yang benar-benar terbuat dari biji kopi yang baru digiling dan biji kopi pilihan tentunya, di cafe atau dirumah menggunakan mesin kopi espresso. Bagi pecinta kopi, menghirup aroma kopi yang baru digiling adalah suatu kepuasan tersendiri dan bisa meningkatkan rasa dari kopi berkali-kali lipat. Mesin kopi pun berharga jutaan sampai ratusan juta, untuk penggunaan pribadi di rumah sampai untuk penggunaan para ahli kopi.



Beberapa orang menyukai kopi-kopi terutama es kopi susu gula aren yang sekarang menjamur pada outlet-outlet kopi. Cairan kopi yang biasanya sudah dilarutkan terlebih dahulu lalu dicampur dengan susu dan es sesuai pesanan. Bersama teman-teman, sambil menongkrong dan bersenda gurau, menghabiskan waktu dan bersosialisasi dengan orang lain, sesuatu yang tentunya sangat kita sukai terutama setelah pandemi 2 tahun di rumah. 


Beberapa lagi cukup puas dengan kopi hitam instan ataupun kopi sachet. Minuman praktis untuk di rumah, di sela-sela mengurus pekerjaan rumah yang tiada habisnya. Atau dengan gelas plastik, diminum di warung atau dibeli dari pedangan asongan di pinggir jalan. Sambil duduk, melepas penat sejenak sebelum bekerja keras lagi.

Tapi jika orang yang terbiasa meminum espresso kemudian meminum kopi susu kekinian, mungkin belum tentu mereka akan menikmati kenyamanan yang sama. 
Dan sebaliknya, orang yang terbiasa meminum kopi sachet manis pun belum tentu akan menikmati minuman kopi dari gerai kopi atau cafe, walaupun harganya berkali-kali lipat. 

Mungkin juga, bukan tentang kandungan kafein yang terdapat di dalam kopi. 

Kebanyakan harapan orang adalah meminum kopi untuk mendapatkan efek dari kafein agar menghilangkan kantuk atau lelah. Setelah berjam-jam menyetir, misalnya, agar terasa lebih segar dan mampu mengemudi lagi dengan lebih aman setelah meminum kopi. Atau setelah meeting yang panjang dan intens  di kantor, rehat sejenak dengan meminum secangkir kopi. 

Namun, tak sedikit juga orang yang malah jadi tertidur pulas setelah meminum kopi. Justru mereka meminum kopi agar merasa rileks dan bisa beristirahat dengan tenang setelah menjalani hari yang penat. 

Jadi, kembali ke pertanyaan awal: Apa yang istimewa tentang kopi?

Ya, semua bisa menjadi istimewa.
Apa pun kopimu, fokuslah sejenak untuk menikmati apa yang ada dalam cangkirmu. 
Padukan dengan sekitarmu dan resapi kenyamanan yang dapat diperoleh dari secangkir kopi di hadapanmu. 

Selamat menikmati :)

dariku,
yang menulis ini sambil meminum secangkir kopi hangat,
dengan campuran 1sendok teh nescafe classic hitam, 1 sendok teh gula aren, 2/3 cangkir air panas, dan 1/3 cangkir susu full cream cair. 

-----------

Hanya secuil pemikiran tentang kopi. Masih ada 1000 lagi yang bisa dituliskan oleh teman-teman dalam Tantangan Blogging Mamah Gajak Ngeblog bulan ini, tentang Mamah dan Kopi :)








Sunday, September 18, 2022

Jajan awet

Semenjak pandemi, kebanyakan orang telah beralih untuk berbelanja secara online. Dilansir dari berbagai sumber, jumlah nilai transaksi di berbagai market place pun selama pandemi ini melonjak drastis. Mulai dari kebutuhan sehari-hari, sayur mayur, perentilan rumah, sampai ke pakaian. Tentunya ada beberapa keuntungan namun juga ada beberapa kekurangan dari pembelanjaan online. Di satu sisi, kita tidak usah repot-repot pergi ke pasar, mini market, atau pusat pembelanjaan sehingga menghemat waktu, ongkos, biaya parkir, dsb. Di sisi lain, kita tidak tahu pasti kondisi barang yang akan kita beli (selain barang-barang dalam kemasan, ya). Misalnya dalam memesan sayur, kita tidak bisa memilih seperti kita memilih langsung di pasar atau di tukang sayur, terima saja apa yang dipilihkan dan dikirimkan oleh penjual. 

Begitu juga dengan pembelian pakaian. Selama pandemi ini, sepertinya sudah sering sekali kita berbelanja di market place. Apalagi selama pandemi ini, berat badan naik banyak banget jadi mau tidak mau harus beli baju baru karena baju lama sudah tidak muat. Harga yang ditawarkan di market place pun jauh lebih murah untuk barang yang sama bila dibandingkan dengan membeli di toko langsung. Terkadang suka heran juga dan punya pemikiran seperti ini: 'Apa benar ada baju seharga semurah ini? Apa tidak rugi ya? Ini harga bahannya berapa ya, belum ongkos jahitnya, kok bisa ya?' dan akhirnya penasaran dan berakhir dengan checkout di pesanan. Hehe. 

Mengingat ukuran badan yang sudah masuk kategori overweight, belanja pakaian terutama baju atau celana secara online tidak semudah dulu karena kebanyakan baju yang dijual secara 1 ukuran atau all/free size adalah ukuran untuk bb normal cenderung kurus. Untuk bahan-bahan pakaian pun, sekarang sudah sangat bermacam-macam. Untuk itu, diperlukan beberapa langkah atau trik  yang biasanya dilakukan atau perlu diperhatikan supaya pembelanjaan kita tidak jadi zonkk karena ukuran yang salah atau faktor lainnya. 

1. Jangan langsung terbuai foto

Foto yang ditampilkan oleh penjual di halaman penjualan mereka itu sudah tentu di setting sedemikian rupa sehingga 'menjual'. Sudah melewati proses styling photography tertentu, dikenakan oleh model yang berbodi ciamik, pencahayaan yang juga terkadang diatur. Bukan berarti tidak real pict, tapi ya kadang barang aslinya tidak sebagus hasil fotonya. Terkadang banyak juga apalagi untuk model-model pakaian yang sedang jadi trend, orang-orang ada yang hanya mencatut foto dari orang lain. Jadi, jangan langsung checkout, ya!

foto dari halaman penjual



2. Lihat deskripsi detailnya

Toko yang baik dan biasanya banyak peminatnya itu mempunyai deskripsi yang detail mulai dari ukurannya, bahan yang digunakan, dsb. Lihat ukurannya dan bandingkan dengan ukuran tubuh kita, kira-kira bisa muat atau tidak. 

deskripsinya bagus, ditulis secara mendetail



3. Review dari pembeli

Makin banyak ulasan dari pembeli terutama yang menyertakan foto, seharusnya berbanding lurus dengan kepercayaan akan barang yang ditawarkan. Kita juga akan lebih mudah untuk tahu detail dari barang yang akan kita beli dari review pembeli lain. Misalnya, dari bahan yang digunakan. Kita bisa cari foto dari pembeli yang memfoto dari jarak dekat sehingga bisa tahu kira-kira tekstur kainnya seperti apa, bahannya panas atau tidak, dsb. Warna-warna yang ditawarkan pun akan terlihat lebih 'real' di foto dari pembeli bila dibandingkan dengan foto utama dari penjual. 

Reviewnya ada banyak, klik di bagian 'Lihat semua' kemudian lanjutkan dengan klik 'dengan foto/video'

foto dari pembeli lain yang memperlihatkan tekstur pakaiannya


Satu tips lagi dari review pembeli: cari ulasan yang menyertakan bb / tb. Bila kita scroll sekilas, akan ada saja pembeli lain yang mereview dengan memberi tahu bb / tb nya berapa. Dengan ini, kita bisa jadi dapat bayangan, apakah kira-kira barang ini akan cocok di bb / tb kita atau tidak. 


foto dari pembeli yang mempunyai kisaran bb yang sama ketika bajunya dipakai


4. Ada harga ada barang

Turunkan ekspektasi kalau kita beli barang di marketplace, karena kita memang tidak tahu barang aslinya seperti apa. Kecuali di brand-brand yang memang mumpuni dan harganya juga menengah ke atas. Hehe. 

Jadi setelah checkout dengan menggunakan trik-trik diatas, hasil akhirnya adalah:

maapkan bajunya lecek blom di setrika hahaaa..
dengan bb overweight begini, jadi sering ga pede dan mesti pinter-pinter nyari baju supaya ga kliatan lemak dimana-mana, haha.. kamuflase 😆 

Lumayan banget untuk harga yang murah dan hanya effort jempol untuk membelinya. Hehe. Kalau ada benang-benang sisa yang belum terlepas, yasudah ya maafkan saja, huehehehe. Maklum, harga boba segelas sama harga baju ini lebih murah baju ini 😁

Step-step pembelian diatas ini juga bisa banget untuk diaplikasikan ke produk fashion yang harganya lebih mahal. Contoh di atas ini karena memang hobi dan suka penasaran aja dengan baju-baju yang harganya sangat terjangkau, kalau yang datang sesuai dengan ekspektasi (tentunya ga tinggi-tinggi banget ya harapannya hahaha), ya Alhamdulillah. Tapi kalau memang tidak muat atau kurang sreg, bisa opsi untuk dikasih ke yang lebih membutuhkan juga, hehee. Ada yang kalau belanja suka pakai cara seperti ini juga? Atau ada tips lain yang mumpuni untuk beli fashion online? Share yuk di komentar yaaa!

Semoga trik ini berguna ya untuk jajan awet dalam Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan September 2022. Selamat berbelanja!