Wednesday, October 10, 2012

Hai, kamu. (1)

Sore itu, sore yang biasa.
Hujan tidak, panas pun juga tidak.
Sore itu, kampus sedang sepi. Jam-jam itu memang sedang waktunya para mahasiswa yang cemerlang itu mengikuti kelas sore.
Hanya semilir angin yang memainkan ujung-ujung rambut ditemani oleh guguran daun yang telah berubah warna menjadi kuning.

Tapi siapa sangka, di sore hari yang biasa itu, menjadi suatu awal terjadinya hal yang luar biasa.
Setidaknya, luar biasa di mata dan di hati Tia.

Sore itu, seperti biasa Tia berjalan-jalan menghabiskan waktu sorenya. Suasana sore hari dimana orang-orang telah selesai melakukan pekerjaannya di hari itu memang menjadi waktu favoritnya, lebih diantara pagi, siang ataupun malam hari. Pemandangan langit senja yang memunculkan semburat-semburat jingga makin menambah kecintaannya akan sore hari. Tak banyak yang berbeda pada sore itu dari sore-sore sebelumnya. Hanya ada satu. Hanya satu.





0 comments: