Monday, April 7, 2014

Ketika dunia menyuarakan 'Autisme'

Sejujurnya, ada suatu hal yang menginspirasi kenapa aku mulai menulis tentang autis ini.
Beberapa bulan yang lalu, majalah National Geographic Indonesia menerbitkan suatu artikel bertajuk 'Dunia sunyi para pencari jati diri'. It was a very great article. It describe almost exactly about how we feel if we have a family with autism, about how we feel when other people see our family members with a strange look. And you know, since it is very popular magazines, i really hope that other people can read it and know about it, and even more, maybe they want to try to understand what autism is. 

Perbedaan tentang pandangan orang terhadap autisne antara beberapa tahun yang lalu dengan sekarang itu sebetulnya kerasa sekali. Kalau dulu itu mungkin orang sama sekali belum mengenal atau mendengar tentang autisme, tapi sekarang kata-kata autis itu sudah jadi bahan omongan sehari-hari. But sadly, not in a good way. Coba deh, mungkin kalian yang baca blog ini juga pernah kan mendengar (atau mengucapkan) 'Dasar autis lo!' atau 'Lagi autis nih dia' ketika seseorang sedang asik sendiri mengerjakan sesuatu dan tidak menghiraukan keadaan sekelilingnya.

Campur aduk sih rasanya, antara senang karena akhirnya orang-orang tahu tentang autis, namun sedih juga kalau kata-kata autis itu jadi bahan ejekan atau ketawaan. Well, maybe they just don't know how hard it is to be an autistic people. Maklumin aja.


But anyway, well done, NatGeo ID :)

http://nationalgeographic.co.id/feature/2013/11/dunia-sunyi-para-pencari-jati-diri

0 comments: